JOMBANG – JAWA TIMUR, Cakrabhayangkaranews.com – Siapa bilang warga binaan tak bisa mengaji Alquran. Selama bulan suci Ramadan ini, mereka dibekali sejumlah kegiatan keagamaan. Bukan hanya kajian kitab, tapi juga salat tarawih dan tadarus.
Lantunan suara merdu bacaan Alquran terdengar cukup menyejukkan, kemarin (1/4). Satu persatu ayat demi ayat dibaca secara perlahan dari sebuah ruangan dekat Masjid At Taqwa Lapas II B Jombang.
Terlihat para narapidana tampak khusyuk mengikuti salat duha berjamaah. Itulah sejumlah kegiatan mereka di pagi hari selama Ramadan. Setelah sebelumnya mengikuti salat subuh berjamaah dan kajian kitab. Selama Ramadan mereka juga dibekali beberapa kegiatan keimanan seperti salat tarawih dan tadarus Alquran.
”Memang selama Ramadan kegiatannya cukup padat, mulai sahur sampai tadarus setelah salat tarawih,’’ ujar Andik Santoso, 38, salah satu warga binaan asal Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Di dalam Lapas, Andik juga belajar membaca Alquran. Tahun 2021 lalu, narapidana kasus narkoba ini mengaku tak bisa mengaji sama sekali. Namun setelah setahun berada di Lapas II B Jombang, kini ia bisa mengaji dan membaca Alquran dengan lancar.
Dalam hatinya bertekad setelah bebas nanti, dirinya ingin bertaubat dan menjadi insan yang lebih baik. ”Setelah selesai dari sini (Lapas, Red) saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan orang lain,’’ ujarnya.
Kalapas II B Jombang Margono menambahkan, memang ada beberapa kegiatan yang harus diikuti warga binaan selama bulan suci Ramadan. ”Kegiatan ini rutin kita terapkan selama Ramadan. Mulai Sahur dibagikan ke kamar masing-masing. Setelah itu dilanjut salat subuh berjamaah,’’ ujarnya melalui Sutopo Kasi Bimbingan Nara Pidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja.
Setelah jamaah salat subuh, warga binaan kemudian mengikuti kajian Ramadan dan salat Duha. Kemudian berlanjut belajar metode iqra bagi yang belum bisa membaca Alquran. Sedangkan warga binaan yang sudah bisa membaca Alquran, langsung mengaji secara berurutan sesuai jadwal. ”Sampai salat duhur kemudian kembali ke kamar masing-masing. Kemudian asar keluar lagi untuk salat berjamaah,’’ tambahnya.
Begitupun saat magrib dan isya, rutinitas yang dijalaninya sama. Mereka keluar kamar untuk mengikuti salat berjamaah di Masjid At Taqwa. Kemudian dijadwalkan mengikuti tarawih berjamaah secara terjadwal sesuai masing-masing blok. ”Dalam setiap kegiatan maksimal diisi 150-175 jamaah, karena menyesuaikan kapasitas masjid,’’ jelas dia.
Usai salat tarawih mereka kemudian mengikuti tadarus Alquran hingga pukul 22.00, sebelum akhirnya kembali ke kamar masing-masing.
”Kegiatan ini kita lakukan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memberi bekal kepada warga binaan yang tadinya tidak bisa membaca Alquran, jadi bisa membaca Alquran,’’ paparnya.
Dengan bekal itu pihaknya berharap mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, serta dapat diterima kembali masyarakat setelah bebas dari lapas. ”Sehingga mereka bisa melanjutkan kehidupan dengan normal,’’ pungkasnya.
( Andi CBN )







