Atas : H. Risharyudi Triwibowo, M.M
Bawah : Moh. Yamin Rahim, SH., MH
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Belum juga tuntas penanganan 59 pelanggaran disiplin ASN/PNS di Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang berjalan sejak 2025, kini merebak isu panas affair antara atasan dan bawahan di salah satu OPD di Kabupaten berjuluk BERKAH.
Soal dugaan perselingkuhan atasan – bawahan ini, CBN sudah memuatnya pekan lalu dibawah tayangan berjudul : “Wanti-wanti Gubernur Pejabat Jangan Selingkuh – Diduga Terjadi di OPD Buol”
Pantas bila Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M geram dan penasaran mau cari tahu siapa itu? Demikian Sekdanya. Moh. Yamin Rahim, SH., MH, keras meminta pengungkapan, sembari membentuk tim penelusuran dan investigasi.
Buol yang tengah menata dan merealisasi visi misi “Mewujudkan Buol Agamis sebagai daerah Agropolitan” ditopang tiga misi inovatifnya — dibawah duet H. Risharyudi – H. Nasir Daimaroto, tidak boleh terganggu, kata sumber.
Ya. Janganlah noktah pelanggaran disiplin ASN/PNS dan affair atasan bawahan bisa merusak citra membentuk Buol dengan profil pemerintahan yang Good Government dn Good Governance. Bukankah ada pepatah bijak, “Nila Setitik Bisa Merusak Susu Sebelanga?”
“Tapi itulah yang terjadi. Lagi ramai jadi gunjingan di Buol saat ini dan terjadi di Medio Mei – Juni 2026 ini, dugaan hubungan atasan bawahan. Serunya, kali ini antara atasan dan bawahan,” komentar sumber CBN dari Buol.
Ya. “hama” pelanggaran disiplin 2025 di Buol — dengan tingkat pelanggaran serta berat ringannya hukuman — belum tuntas dibasmi Namun jadinya, seperti mati satu tumbuh kembali. Dia muncul lagi. Padahal mestinya — jika melihat ada yang ditindak — efek jera yang muncul.
Kini kembali ke pemangku kebijakan dan pimpinan daerah Buol? Tapi Bupatinya kan tidak diam? Sekda nya pun langsung bergeming. Justru setelah berita CBN itu tayang, Yamin Rahim mencoba langsung mendalaminya. “Ini tidak boleh dibiarkan. Akan saya usut,” tegas Yamin, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya, Bupati Buol H. Riswahyudi Triwibowo yang sudah mengendus affair bawahannya itu, “Kasih data ke saya untuk siapkan tim pemantau,” pinta Bowo, sapaan akrabnya.
Fenomena dugaan selingkuh atasan dan bawahan di Buol memang telah memantik perhatian publik Sulteng. Terutama masyarakat Kabupaten Buol. Tapi
sumber menilai, seperti obat yang tidak diminum tuntas. Malah menciptakan imun tubuh menjadikan penyakit tidak sembuh, justru lebih parah “menolak obat”.
Santernya bisik-bisik dugaan perselingkuhan antara atasan bawahan di salah satu OPD Buol, hingga kini masih menjadi pembicaraan hangat.
Persoalannya– sekali lagi — belum lama Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid memberikan warning, saat pelantikan 10 pejabat eselon II provinsi gelombang kedua, baru-baru ini. Bahkan video peringatan gubernur itu dipenggal khusus youtuber, saat menyampaikan penegasan itu. “Jangan selingkuh. Jauhi narkoba. Jika ada yang merasa hati-hati, sudah ada wartawan yang melapor,” kata Gubernur mengingatkan dengan serius.
Yamin Rahim — Sekdakab Buol —
tidak memungkiri bahwa soal selingkuh itu, affair dan dugaan asusila banyak terjadi di Buol. Bahkan ada yang proses penanganannya masih jalan juga PTDH, seperti yang sudah dipapar diawal. “Kita konsen dengan hal ini. Sebab menyangkut moral dan kesusilaan,” kata Yamin Rahim.* jay










