Gusnar A. Suleman, SE, MM – Ketua DPRD Touna : “Efisiensi Anggaran Terasa Berat Buat Daerah”

Atas : Gusnar A. Suleman

Ampana Touna, Sulteng – Cakrabhayangkaranews. com (CBN) – Efisiensi anggaran secara nasional berlaku diseluruh negeri. Tak pelak buat daerah. Kondisi ini mengharuskan ada strategi dan penyesuaian-penyesuaiam. Pemdanya harus pandai memutar otak. Tidak terkecuali yang dilakukan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng). Konsekuensi dari efisensi anggaran, menjadikan Touna memangkas program yang tidak mendesak.

“Ini memang terasa berat,” kata Ketua DPRD Touna Gusnar A. Suleman, SE, MM saat menjawab CBN dan News TV di kediamannya Desa Sumoli, Ampana Kota, Jumat (13/3/2026) malam, terkait efisiensi anggaran dan penentuan skala prioritas dengan mengenyampingkan kebutuhan yang dianggap tidak penting.

Terhadap efisiensi anggaran, memang sangat berpengaruh pada semua lini. Tidak hanya Touna kata Gusnar, tapi dirasakan seluruh kabupaten kota yang ada. Artinya, menghadapi ini, daerah seperti Touna harus mendahulukan, hanya pada program yang dianggap penting, menjadi prioritas, sesuai dengan kemampuan anggaran. Prioritas dimaksud, juga harus diselaraskan dengan visi misi bupati demi kesinambungan pembangunan.

Ditanya, soal sekitar 5.000 an PPPK atau pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja biasa disingkat P3K, bagaimana itu? Menurut Gusnar, Tunjangan Hari Raya (THR – red) untuk P3K, nampaknya masih diupayakan. Jika agak tertunda, bisa saja belum bisa terbayarkan. Lebih jelasnya tunjuk Gusnar dikonfirmasikan langsung ke Kepala BPKAD Touna, Risman Laide. “Soal bakal tak terbayarkannya THR P3K, memang sangat dipengaruhi lantaran uang yang tidak ada,” kata dia.

Touna tetap dibangun. Namun kenyataannya untuk membangun semua itu, terbentur kekurangan anggaran seperti sudah dipapar diawal. Salah satunya karena menghadapi P3K yang harus digaji setiap bulan. Sementara kas daerah juga masih menanggung gaji 13 dan 14. Itupun jika uangnya ada. Sekali lagi bahwa kondisi ini diprediksi pastilah akan mempengaruhi progres pembangunan. Tinggal saja, menunggu kebijakan pusat.

Bupati Touna sendiri sebut Gusnar, sudah memberi sinyal kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Kadis-kadis di Touna, agar pandai-pandailah memainkan loby pusat. Bagaimana caranya, anggaran itu agar bisa digaet dari Kementerian untuk masuk ke Touna. Jika pemerintah pusat mau menambah lagi dana transfer kedaerah katanya, wajib disyukuri. Sebab anggaran Touna sebagian terkuras untuk menggaji P3K.* jay 

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *