CBN, Jakarta – Ikatan Mahasiswa Jargaria (IMAJAR) Jakarta menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi antara dua desa di Kabupaten Kepulauan Aru yang hingga kini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Konflik yang terus berlarut-larut berpotensi mengancam keselamatan warga, merusak persaudaraan, serta mengganggu stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi sosial masyarakat Aru, IMAJAR menilai bahwa penanganan konflik harus dilakukan secara cepat, tegas, dan terukur sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Kami berpandangan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh pihak, khususnya aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Sehubungan dengan situasi tersebut, IMAJAR menyampaikan dua tuntutan utama:
Pertama, mendesak Kapolda Maluku Irjen Pol. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., untuk segera menurunkan tim khusus guna mengamankan dan menangani konflik yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Aru.
Kehadiran tim khusus diperlukan untuk memastikan situasi keamanan dapat dikendalikan, mencegah eskalasi konflik, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak.
Kedua, mendesak Kapolda Maluku untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Kabupaten Kepulauan Aru.
Evaluasi tersebut penting dilakukan sebagai bentuk pengawasan institusional terhadap efektivitas langkah-langkah penanganan konflik yang telah dijalankan.
Kami menilai bahwa upaya pencegahan dan penyelesaian konflik perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban di kemudian hari.
IMAJAR menegaskan bahwa konflik antar masyarakat tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan.
Kepulauan Aru dibangun di atas nilai persaudaraan, adat istiadat, dan kebersamaan yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan, serta mengedepankan dialog dan perdamaian.
Perlu kami tegaskan bahwa aksi kami Hari ini di depan gedung Mabes Polri bukan untuk memprovokasi situasi dan kondisi yang terjadi di Aru, Namun aksi ini merupakan murni ketegasan kami agar Pihak-pihak Keamanan Dapat memperkuat keamanan di seluruh TKP demi untuk mencegah terciptanya konflik yang lebih besar.
“Jangan biarkan konflik memutus tali persaudaraan orang Aru. Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan memastikan perdamaian dapat segera terwujud. Pungkas Kordinator Aksi Anton Takarborbir.
IMAJAR JAKARTA
“Jar Ta’bana Jar Ta’muli”











