Kantor Unit PDAM Modayag, Nuangan dan Kotabunan
Laporan: Pusran Beeg
Boltim – Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Pada beberapa edisi sebelumnya CBN memberitakan tentang tiga aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pemkab Bolaang Mogondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), belum juga diserahkan Pemkab Bolaang Mongondo (Bolmong). Sudah 14 tahun aset itu menarik retribusi dan seluruhnya masuk ke kas Pemkab Bolmong. Padahal dalam setahun ketiga unit PDAM, diestimasi dapat meraup sekitr Rp. 2 Miliar lebih. Artinya apa? Sekitar kurang lebih Rp. 28 Miliar PAD Pemkab Boltim telah hilang percuma.
Di sini, Pemkab Boltim harus menjawabnya. Lantas apa kata Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto bahkan juga Sekdakab Boltim J. Sonny Warokka?

“Bayangkan, sudah 14 tahun, potensi itu terambil kabupaten lain yang seharusnya adakah hak Boltim,” ungkap sumber CBN di Boltim, Kamis (3/8)
Ini sangat disayangkan memang. Ketiga aset primadona itu adalah PDAM Unit Modayag, Nuangan dan Unit Kotabunan.
Laporan yang kembali di update CBN Biro Boltim, Kamis (3/8) bahwa hingga hari ini Bupati Sekda Boltim belum memberikan jawaban atas tak diserahkannya aset Pemkab Boltim tersebut dari Pemkab Bolmong.
Dalam catatan CBN, Kabupaten Boltim dimekarkan dari Kabupaten Bolmong sesuai amanat Undang-Undang Pemekaran Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Provinsi Sulawesi Utara. Namun sampai saat ini — sekali lagi — salah satu asetnya yakni tiga unit PDAM (Modayag, Nuangan dan Kotabunan) belum juga di serahkan oleh Pemkab Bolmong. Maka, hilanglah satu sumber PAD Boltim dan waw, ini sudah berjalan selama hampir satu setengah dekade.

Jika ditotal, maka pendapatan yang bisa diraup Pemkab Boltim dari PDAM terset, setiap tahun sebesar sebesar Rp.2.094.000.000 seperti yang sudah dipapar diawal.
Belum lagi air yang terdistribusi ke wilayah Kotamobagu yaitu Moyag Bersatu, Poyowa Bersatu, Tabang, Kobo Kecil sebagian, Motoboi Besar sebagian, Matali sebagian.
PDAM unit Modayag bersumber dari mata air Tobongon menghasilkan 20 liter/detik, sehingga produksi air diperkirakan 622.080m3 per tahun. Sementara air yang terjual di PDAM unit Modayag diperkirakan hanya 169.980m3 per tahun, dan selebihnya terdistribusi dan terjual ke wilayah Kotamobagu dan diperkirakan sebanyak 452.1m3 per tahun.
Pendapatan yang begitu besar namun “hilang”, tidak ada satu rupiahpun yang masuk ke Kas Daerah Boltim.
Apa kata Kepala Badan Keuangan Pemkab Boltim Wiwik Kurnia? “Selama ini, itu tidak ada yang masuk ke kas Pemda Boltim,” jelas Wiwik.* bersambung







