screenshot 20240618 223733 1
screenshot 20240618 214353 1
screenshot 1 – 2

GORONTALO – Cakrabhayangkaranews.com (CBN)Korem 133/Nani Wartabone menyelenggarakan Sholat Idul Adha 1445 H/2024 M bersama Prajurit, Persit dan PNS beserta warga masyarakat sekitar. Dilanjutkan penyembelihan hewan Qurban bertempat di Makorem 133/NW Jalan Trans Sulawesi Desa Tridharma Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Senin (17/06/2024).

Dengan mengusung tema “Semangat Berkurban Untuk Ketaatan dan Kepedulian Kepada Sesama”. Bertindak sebagai imam dan khotib Sholat Idul Adha 1445 H, Ustadz H. Salman Haji Ali S.Ag M.H., yang diikuti ┬▒ 200 jamaah. Terdiri dari anggota prajurit dan ibu persit serta warga masyarakat sekitar Makorem 133/NW.

Dalam ceramahnya, Ustadz H. Salman Haji Ali S.Ag M.H., menyampaikan pada pagi hari ini, kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah SWT, dhuyufurrahman, telah berkumpul melaksanakan Wuquf di Arafah dan sedang berada di Mina untuk melaksanakan Jumratul Aqabah. Mereka dengan pakaian ihramnya, berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang dengan latar belakang bangsa, ras, warna kulit, budaya dan strata sosial yang berbeda satu sama lain. Namun, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya dan bertauhid meng-Esakan Allah SWT semata.

Bagi kaum Muslimin yang belum memiliki kemampuan menjadi tamu Allah SWT, mereka melaksanakan shalat Idul Adha dan ibadah qurban, sesuai dengan kemampuannya di manapun mereka berada. Ibadah qurban yang dilaksanakan kaum muslimin, sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Diskripsi kehidupan kaum muslimin ini, menggambarkan interelasi kuat antara orang yang menunaikan ibadah haji, dengan saudara-saudaranya yang tidak pergi ke Baitullah. “Oleh karena itu, kita melaksanakan shalat Idul Adha dan ibadah kurban pada hakikatnya sebagai bentuk kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW,” terangnya.

Ibadah qurban merupakan salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini memiliki pondasi kuat dan memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi rasul-rasul terdahulu. Ajaran qurban dan praktiknya telah ditunjukkan secara sinergik oleh para nabi dan rasul hingga Nabi Muhammad SAW Nabi Ibrahim AS. Dikenal sebagai peletak batu pertama ibadah ini. Peristiwa penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS terhadap putranya Nabi Isma’il AS merupakan dasar bagi adanya ibadah kurban. Nabi Ibrahim AS dengan penuh iman dan keikhlasan bersedia untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail hanya semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT.

Dalam ibadah Qurban, nilai yang paling esensial adalah sikap batin berupa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran Tindakan lahiriyah tetap penting, kalau memang muncul dari niat yang tulus. Sering kita digoda syetan agar tidak melaksanakan ibadah qurban karena khawatir tidak ikhlas. Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin-nya berkata, bahwa syaitan selalu membisiki kita: “Buat apa engkau beribadah kalau tidak ikhlas, lebih baik sekalian tidak beribadah”.

Ibadah qurban bukan hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT memperingatkan bahwa yang betul-betul membuahkan kedekatan dengan-Nya (qurban), bukanlah fisik hewan qurban, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita.

“Penegasan Allah SWT ini mengindikasikan dua hal. Pertama,
penyembelihan hewan ternak sebagai Qurban, merupakan bentuk
simbolik dari tradisi Nabi Ibrahim AS, dan merupakan syi’ar dari ajaran Islam. Kedua, Allah SWT hanya menginginkan nilai ketakwaan, dari orang yang menyembelih hewan ternak sebagai ibadah Qurban. Indikasi
ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat bentuk luarmu dan harta bendamu, tetapi Dia melihat hatimu dan perbuatanmu.” (HR Bukhari dan Muslim),” jelas Ustadz H. Salman Haji Ali S.Ag M.H.

Sehubungan dengan perintah untuk berkurban di atas, maka Rasulullah SAW setiap tahun selalu menyembelih hewan kurban dan tidak pernah meninggalkannya. Meskipun dari sisi ekonomi beliau termasuk orang yang menjalani hidup sederhana, tidak mempunyai rumah yang indah nan megah, apalagi mobil yang mewah. Bahkan tempat tidurnya hanya terbuat
dari tikar anyaman daun kurma.

“Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu’ dan tadharru’, kita berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam. Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamain,” pungkasnya.

Dilanjutkan acara penyerahan hewan qurban dari Danrem 133/NW Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, S.Sos., kepada panitia Qurban Pabintal Korem 133/NW Lettu Inf Yurihak Bawenti, Korem 133/NW menerima titipan hewan qurban sebenyak 9 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

Selanjutnya daging hewan Qurban di distribusikan kepada masyarakat di sekitar Korem 133/NW dan 5 Panti Asuhan yakni Panti Asuhan Darul Mutmain, Panti Asuhan Batudaa, Panti Asuhan Hafiz Isimu, Panti Asuhan Limboto.

Hadir pada sholat Idul Adha 1443 H diantaranya Danrem 133/NW Brigjen TNI Hari Pahlawantoro S.Sos., Para Kasi Korem 133/NW, Para Perwira, Bintara dan Tamtama Korem 133/NW, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 133 PD XIII/Mdk Ny. Rini Hari Pahlawantoro beserta Para Pengurus dan Masyarakat sekitar Korem 133/NW.* nw

Share :