Mendikbud Harus Periksa Laporan Suap Pilrek Unsrat

Manado, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), masih berprores menunggu putaran kedua. Namun sorotan terus bermunculan. Dugaan suap menyuap mengemuka hingga keberpihakan gubernur, menjadi alasan mengapa Mendikbud harus turun tangan menangani persoalan ini. Dikhawatirkan keadaan akan makin tidak kondusif.

Sulut Corruption Watch (SCW) yang ketat mengawal, hari ini meminta Mendikbud harus memeriksa laporan suap yang mewarnai Pilrek putaran pertama 20 April lalu.

Kini poses Pilrek Unsrat Manado terus bergulir menunggu tahapan kedua, tapi belum ada gambaran bahwa kasus ini disesiusi pusat.

Koordinator SCW Deswerd Zougira yang dikonfirnasi semalam, (Rabu, 1-6-2022) menegaskan, pihaknya menaruh perhatian serius pada pelaksanaan Pilrek karena sudah menyangkut masa depan Unsrat. “Ini penting. Sebab, masa depan Unsrat sangat ditentukan oleh pelaksanaan Pilrek saat ini. Bila Pilrek diwarnai dengan praktik suap menyuap maka dipastikan masa depan Unsrat akan kelam, suram,” kata Deswerd.

Deswerd berharap, Mendikbud segera membentuk Tim Penilai Kinerja Calon Rektor untuk menelusuri rekam jejak calon Rektor. Termasuk menelusuri dugaan suap menyuap yang sudah dilaporkan ke Kejati Sulut pasca Pilrek lalu. Bila betul ada calon Rektor yang terlibat, maka Mendikbud harus mengeluarkan yang bersangkutan dari daftar calon dan melakukan penjaringan atau penyaringan ulang. “Itu yang kami minta,” kata Deswerd Zougira.

Dia menambahkan, semua hal-hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri.

“Maka Mendikbud wajib membentuk Tim. Toh hasil kerja Tim yang akan dipakai sebagai dasar Mendikbud menyalurkan hak suaranya yang 35 persen itu di Pilrek putaran kedua nanti. Mendikbud bisa digugat bila tidak membentuk Tim,” katanya.

Pilrek Unsrat putaran pertama sudah digelar April lalu dan telah menyedot perhatian berbagai kalangan dan kontra. Telah terjaring tiga nama calon Rektor yakni Dedi Tooy 29 suara, Fabian Manopo 13 suara dan Grevo Gerung 11 suara. Protes mewarnai Pilrek karena adanya laporan suap menyuap dan dugaan keterlibatan gubernur yang mendukung Dedi Tooy.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *