CBN, Sungailiat – Bersama Lembaga Pemantau Lingkungan Hidup Indonesia Dan Forum Pemerhati Pertambangan Perkebunan Dan Kehutanan Daerah Menelaah Dampak Pertambangan Di Kolong Buntu.
Pro dan kontra penambangan rakyat di kolong buntu lingkungan nangnung kelurahan sungailiat menjadi isu di masyarakat sekitar.

Permasalahan tersebut di picu adanya pembuangan limbah penambangan yang di nilai mengganggu pemandangan dan kebutuhan warga sekitar, yang merasakan dampak atas kegiatan penambangan tersebut.
Terkait permasalahan tersebut sesaat dilokasi Rusnadi dari lembaga pemantau lingkungan hidup indonesia bersama Gustari selaku ketua forum pemerhati pertambangan perkebunan dan kehutanan daerah saat di minta hadir di lokasi kolong buntu
memberikan tanggapan.

Bahwa kegiatan penambangan masyarakat bila kita lihat secara fakta di lokasi memang ada limbah berupa lumpur di hasilkan dari penambangan tersebut, namun bila tehnis pembungan limbahnya dibuang kedarat kemungkinan dapat mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan sekitar, selain itu kapaaitas jumlah unit ponton bekerja jangan terlalu banyak karena di kwatirkan dapat menghasilkan limbah yang banyak sehingga limbah berupa lumpur akan turun ke kolong jelasnya.
Kami berharap pasca penambangan nanti keberadaan kolong buntu dapat di manfaatkan sebagai tambak terapung ikan darat dan tempat rekreasi pemancingan serta di lakukan penghijauan harapnya. (Romy Marantika)







