Jombang, CBN – Seorang tukang becak tewas usai tertimpa bangunan di Jl KH Wahid Hasyim, Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang, pada Minggu (8/10) siang.
Diduga, bangunan yang ambruk menimpa tukang becak itu dikarenakan lapuk. Lebih lanjut, dari keterangan yang dihimpun di lokasi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 10.30. Atas hal itu, Amanu (61), yang merupakan rekan korban, memberikan kesaksian melalui kalimatnya.
“Nama korban itu Sugeng, usianya 60 tahun, aslinya dari Pasuruan tapi memang tidak punya tempat tinggal tetap,” terang Amanu, 61, rekan korban sekaligus saksi mata di lokasi.

Amanu menyebut, saat kejadian berlangsung, Sugeng tengah beristirahat di atas becaknya yang diparkir di trotoar.
Lokasinya berada di depan toko terbengkalai, tepat di pinggir Ringin Contong Jombang.
Lalu, pada saat itu, terdengar suara bruk!! begitu. Kemudian, ketika dilihat, pintu dan temboknya itu ambruk. Beliau akhirnya lari dan memanggil polisi di pos ringin Contong.
Ketika diamati, korban ternyata tertindih di bagian pintu harmonika, juga bagian tiang gantung dari toko itu. Proses evakuasinya pun berlangsung dramatis.
Petugas akhirnya terlebih dahulu mengangkat sejumlah pintu besi dan bagian tiang gantung menggunakan crane, sebelum mengevakuasi korban. Proses itu berlangsung sekitar 30 menit.
“Proses evakuasi memang cukup memakan waktu, karena memang banyak benda berat yang harus diangkat,” ungkap Stevy Maria, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang.
Pepi, sapaan akrabnya, menyebut Sugeng memang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi setelah tertimbun bangunan itu.
“Saat dievakuasi tadi, kondisi korban sudah meninggal dunia. Kami pun mengevakuasinya ke RSUD Jombang,” imbuhnya.
Ketika dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Jombang Kota, yakni AKP Soesilo membenarkan kejadian itu. Pihaknya menyebut, jasad korban kini telah divisum di rumah sakit.
“Korban meninggal dunia karena luka di kepala dan punggung,” ungkapnya.
Kendati demikian, Soesilo, hingga kini menyebut, belum berhasil menemukan identitas asli korban.
“Sidik jari korban ini tidak bisa dideteksi dengan MAMBIS, kami masih berupaya mencari tahu identitas dan alamat korban,” pungkasnya.
Andi – CBN
Editor: R.A – CBN





