Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Masuknya pejabat yang lagi disorot karena diduga asusila — dijajaran 36 nama pejabat eleson II setingkat Kepala Dinas (Kadis) pada struktur Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) — konon tidak semata keinginan dari Gubernur H. Anwar Hafid. Sumber CBN dan Media Inakor menyebut — si pejabat — adalah endorse dari Wakil Gubernur Sulteng. Namun, tentu tak perlu dimasalahkan.
Sebab, pejabat yang diposisikan pada masing-masing kursi sesuai kebutuhan Sulteng dan “Sembilan Berani”, berasal dari latar dan figur pilihan yang kredibel, kapabel dan punya integritas. Lebih khususn — sosok-sosok itu — memenuhi harapan Gubernur maupun Wakil.
Soal masuknya si pejabat yang diduga asusila pada kabinet, sebetulnya bisa dinilai “sebuah kebobolan”, kata sumber. Namun karena itu beleid dan hak prerogatif Gubernur dan Wakil selaku user, apa hendak dikata?
Bisa saja sebut sumber, Gubernur dan Wakil, mengantongi rekam jejak beserta plus minus perforna 36 pejabat, kurang lengkap. Hanya karena melihat bahwa saat menakhodai instisusi sebelumnya — pra “duduk” di provinsi pada jabatan baru — si pejabat yang disorot, punya prestasi dan kelebihan rata-rata, sehingga dianggap pantas alias menenuhi kelayakan plus untuk didudukkan.
Sekali lagi — yang dimasalahkan — karena si oknum pejabat terindikasi asusila dan tersorot– karena muncul dimomen warning Gubernur soal jangan zinah yang diingatkannya keras kepada seluruh jajaran ASN/PNS Sulteng pada Senin pekan pertama Januari 2026. Dan statemen itu belum lama berselang Gubernur melantik, 36 pejabat tersebut, 31 Desember 2025 baru lalu.
Pastinya, berita asusila tersebut nampak cukup menyita perhatian khalayak. Apalagi, setelah mantan Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang anggota DPRD RI, ikut berkomentar di WA grup, cukup
pedas dan sehingga memicu rasa penasaran, “Siapa itu ess 2 Nakese. Permalukan saja.” Pada komentar lain di grup WA “IS”, “Eselon 2 Nakese ini. Copot saja memalukan.”
Selanjutnya, hampir dimana-mana — setelah empat berita terkait itu dipublis — tak terbendung tanggapan. Terbanyak menilai minus, hampir tidak ada yang bernada dukungan atau suka (like – red).
Sajian pada empat kali tayang sebut sumber CBN, akhirnya tranding, dibicarakan dan menjadi bahan diskusi. Tapi berita-berita itu sekaligus telah memicu ingin tahu yang begitu besar. Bahkan Jumat (6/2)2026) petang, hingga Minggu (8/2/2026).malam, masih ada chat yang masuk ke handphone CBN dan Inakor.
“Assalamualaikum ….
Penasaran dgn tulisan itu …
Soal kost kost hehehe …
Sapa itu ess 2 hehehe ….
Echmmm iyomo
Alur tulisnya bagus itu …
Semua lah …
Ada di grup2
Yayaya …
Masuk Kategori
‘Esek esek’ Jam Dinas …l
Kutipan lain,
….. kalo boleh tahu Kadis apa selingkuh dgn siapa? ….
Juga …., Gaaaasssssπππ
Ada lagi, “Ba kepo dlu …… le π so spa lg eselon 2 yg gatal ini πππ. Kemudian chat itu disudahi dengan, “Ngeriii ….,” tulis si jurnalis dikolom layar hp nya ke CBN.
Lanjut lagi …, Sp? π ba kepo dlu le πππππ»
Dipagi hari yang sama, masuk lagi dari pembaca CBN di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Kecamatan Mamo Salato, Bungku Utara. Seperti begini cuitannya,
“Mantaappp beritanya Kandaππ»ππ»π”.
“Artinya apa. Tayangan ini telah memancing reaksi
yang — rata-rata — bernada sama. Mengutuk dan sebagian meminta agar oknum pelakunya dibuka saja. Tapi, sabaaaar,” tukas sumber CBN. UmTunggu hasil konfirmasi dengan si pejabat. Apa jawabnya?
Dari sumber CBN menyebut, sejak empat berita itu terpublis, kost tempat pertemuan baru sekali didatangi si perempuan ASN/PNS.
Seperti pemantauan sumber, si perempuan– seolah mau memberi kesan kepada tetangga sekitar — bahwa kost itu memang ditinggali dan bukan sekadar tempat singgah bertemu.
Menurut sumber, kalau memang si perempuan sampai bermalam di kost itu, pasti akan dicari suami dan anak-anaknya.
Informasi lain yang diperoleh CBN dan Inakor, saat mengikuti ret-reat di Masjid Raya Baitul Khairaat, si pejabat laki nampak sesekali termenung, tidak seceria seperti biasa. Bahkan kadang ia menyendiri. “Terkesan ada beban sangat berat yang ada dipikirannya,” gambar sumber.* tim – bersambung











