RSUD Luwuk Terus Berbenah

Atas : dr. H. Yusran Kasim, ME – Direktur RSUD Luwuk

img 20250716 155851 582
dr. Budi, Sp.KFR

Luwuk, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Keberadaan RSUD Luwuk, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dikepalai Direktur dr. H. Yusran Kasim, ME, selalu membuat terobosan. Setelah memperlengkapi peralatan medik yang dibutuhkan sehingga tidak lagi melulu tergantung untuk merujuk pasien ke luar Luwuk — misalnya — Palu atau Makassar, RSUD Type B Luwuk terus melakukan inovasi untuk penataan dan berbenah.

Terutama, bagaimana mempertahankan dan terus meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. RSUD Luwuk, kini tengah menyasar peningkatan darana dan orasarana (Sapras – red) dan infrastruktur.nya. Tujuannya apa? Tentulah, agar pasien akan merasa nyaman karena dilayani dengan tidak menanggalkan tageline 3S+H. Yakni senyum, salam, sapa dengan sopan dan santun serta humanis. “Artinya, capekpun, petugas kami tetap memberikan pelayanan maksimalnya. Dan jajaran telah menerapkan itu,” ungkap Direktur 2 – RSUD Luwuk dr. Budi Udaa, Sp.KFR kepada CBN baru-baru ini. Jika masih ada kekurangan katanya, itu mungkin sifatnya situasional dan tidak umum.

Sebab untuk penerapan pelayanan, tidak ada istilah pilih-pilih. Misalnya mulai dari masuk UGD, lalu penempatan ruangan. Demikian juga pasien
yang menggunakan fasilitas BPJS dan umum atau non BPJS, tetap diberikan pelayanan yang sama dengan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Tidak ada diskrikinasi.

Berikutnya, monitoring dan evaluasi bagi pemegang kartu BPJS, dilakukan berkala agar selalu terupdate. Nika ka terjadi pelanggaran, pasti ada teguran dan pihak BPJS.

Ya, RSUD Luwuk kini akan makin beda dari sebelumnya. Rata-rata masyarakat yang jadi pasiennya, merasakan kepuasan. “Insyaallah selain gambaran itu, kami terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik buat masyatakat. Tentu tidak meninggalkan Senyum, Salam dan Sapa serta berlaku humanis kepada setiap yang berkunjung ke RDUD Luwuk,” ungkap dr. Budi.

Kendati tidak sempat bertemu Direktur RSUD Luwuk dr. H. Yusran Kasim yang — ketika itu — lagi mengikuti rapat, namun dari dr. Budi, setidaknya “profil pelayanan RSUD Luwuk tergambarkan.

Kata dr. Budi, beberapa faktor yang dapat menjadi parameternya bahwa RSUD Luwuk makin siap. Adanya peralatan medik canggih yang dimiliki misalnya, sehingga beperapa operasi (bedah -red), bisa ditangani di RSUD Luwuk.

Rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Banggai, juga tidak henti melakukan inovasi yang berhubungan dengan pelayanan, agar — sekali lagi — membuat yang datang berobat betah, nyaman dan bisa menikmati fasilitas rumah sakit yang makin diperlengkapi.

Juga, bagaimana mensinergikan tageline Gubenur Sulteng dalam tajuk Berani Sehat yang disebangunkan dengan Program Bupati Banggai yakni “Gerbang Sehat”.
Dengan memperlengkapi peralatan medik yang dibutuhkan, RSUD Luwuk terus meningkatkan pelayanan demi memberi nuansa kenyamanan. Yakni, infrastruktur rumah sakit terus dipermantap. “Semua ini demi memberi potret baik buat RSUD Luwuk yang ingin selalu hadir ditengah masyarakat dengan tageline “pelayanan prima”,” terang dr. Budi.

Menurut dr. Budi,
saat ini RSUD Luwuk sudah menjadi penyangga rujukan rumah sakit dari 5 kabupaten di Sulteng. Seperti, pasien dua kabupaten bersaudara yakni Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut (Balut), serta pasien tiga kabupaten lainnya yakni, Tojo Unauna (Touna), Morowali Utara (Morut) dan Kabupaten Morowali. Tapi untuk rujukan, biasanya yang datang, memang dari dua “Banggai Bersaudara” serta Morut yang masih satu daratan dengan Kabupaten Babmnggai, yaitu Bungku Utara.

Pelayanan RSUD Luwuk secara umum papar dr. Budi, tetap dilakukan dengan baik. Juga disinergikan dengan Misi Pemkab Banggai, yakni “Gerbang Sehat” tadi. Jika bicara jumlah dokter, tidak akan pernah cukup. Namun untuk dokter spesialis tetap ada, untuk menunjang program pemerintah pusat.
Sementara ini Dldi RSUD Luwuk, ada dokter spesialis kanker, stroke, jantung, urolog dan kesehatan ibu/anak.

Untuk dokter spesialis yang ada sekarang sebut dr. Budi tetap diberdayakan dan untuk spesialis yang belum ada, menunggu dari Kementerian. Sebab, mau mengambil ditempat lain, juga susah dapatnya. “Jadi tetap menunggu bantuan dari Kementerian Kesehatan,” terang dr. Budi. Untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis lanjutnya, memang ada yang sudah disekolahkan. Sementara, ada pula dokter spesilis yang tidak dimiliki RSUD Luwuk, sehingga tetap menunggu penempatan dari Kementerian. “Namun upaya menyekolahkan calon dokter spesialis dari putra-putra daerah, masih dilakukan dan berproses,” kata dr. Budi.

Dalam rekruitmen honor, sebetulnya masih butuh. Kendati tidak ada pengurangan. Acuannya, diseuaikan regulasi dari Menpan RB. Untuk pengurangan ditubuh RSUD Luwuk, sebenarnya tidak ada.”

Sekali lagi dikatakan dr.Budi, dalam upaya peningkatan dan mengikuti regulasi rawat inap standar, RSUD Luwuk berusaha optimal. Bagaimana membuat pasien merasakan kenyamanan saat berobat di RSUD Luwuk. Lebih spesifiknya kedepan, dari Pemda Banggai sudah ada planing untuk merelokasi rumah sakit Luwuk agar menjadi seperti rumah sakit moderen. “Wacana ini sudah pernah disampaikan pak Bupati,” tutup dr. Budi.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *