Lembah Sumara, Morut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Keluhan atas ruas provinsi “Jalan Langganan Lumpur” dari batas Dusun I Desa Ganda-ganda hingga Dusun V Lambolo — berbatasan Desa Tamainusi, Gunung Bangkele — ternyata juga dikeluhkan masyarakat Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Bahkan tak main-main, keluhan ini datang dari Camat Soyo Jaya sendiri Drs H Ramli.
Pasalnya, jika hendak ke Ibukota kabupaten di Kolonedale, pastilah akan melewati 15 Km “Jalan Off Road” Lambolo – Ganda-ganda. Parahnya lagi jika saat hujan huuuu, licinnya minta ampuuuuun.
Hingga sewaktu acara pencanangan PAUD di Soyo Jaya beberapa waktu lalu, Camat Ramli membisikkan “keluhan itu” ke telinga Bupati Dr dr Delis J Hehi,
MARS, soal jalan Lambolo yang selalu jadi perbincangan lantaran kerap diprotes wargannya, serta upaya meminta kepedulian perusahaan yang paling berkepentingan menggunakan ruas itu sehingga wajib membenahinya. Kini masyarakat Soyo Jaya lewat Camatnya juga mulai mengeluh. Artinya, bukan hanya warga Lambolo yang merasa tersiksa melewati ruas yang menjadi kewenangan provinsi. Tetapi siapa saja yang melaluinya dari dan ke Kolonedale, akan merasakan “sensasi” seperti lagi mengikut lomba uji nyali dan ketangkasan berkendara diarena Off Road.
“Saya,sendiri kendati menggunakan kendaraan sesuai medan Hilux dobel gardan, tapi tidak berani nyetir sendiri. Agak ngeri juga. Ya, saya pakai sopir,” ungkap H Ramli kepada CBN di Rujab Desa Lembah Sumara, ibukota, Soyo Jaya, Sabtu (13/8/2022).
Lalu, apa reaksi Bupati Delis yang terkenal responsif saat dibisiki Camatnya?
“Iya bupati bilang, buat saja suratnya dan saya tunggu. Nanti akan saya teruskan ke Dinas PUPR Provinsi, supaya segera ,” begitu cerita Camat Soyo Jaya mengutip Bupati Delis, saat Camat Ramli ditemui CBN, usai berbenah persiapan HUT RI ke 77.
Sebelumnya dalam kaitan melengkapi infrastruktur di kecamatan yang baru ia pimpin kurang lebih empat bulan sejak dilantik Mei, Ramli mengajak Kapolsek dan Danramil Soyo Jaya selaku Muspika membuat duiker dan jalan tembus masuk ke pasar.

“Sebab itu, bila ditanya kekompakan kami Muspika, itulah yang terjalin. Intinya, saling mendukung dan seirama untuk membangun bersama Soyo Jaya,” ungkap mantan honorer Kantor Camat Soyo Jaya selama kurang lebih 10 tahun.
Camat H Ramli sendiri tetap meminta dukungan masyarakat di 10 desa, dalam kaitan menata Soyo Jaya agar bisa mencapai kemajuan yang diharapkan.
Satu yang membanggakan dan perlu ditiru terkait realisasi PBB-P2. Soyo Jaya termasuk kecamatan tercepat prosentase pencapaian dalam empat bulan yang sudah 60,5 persen per 10 Agustus.
Dari catatan yang diperoleh CBN, penetapan pajak 2022 sebesar Rp.239.122.206,- dari UPTB Soyo Jaya,, telah dicapai Rp. 144.574,92,- hingga tersisa tinggal Rp. 94.547.287.- .
Jika lebih menengok desa tertinggi realisasi pajaknya dari 10 di Kecamatn Soyo Jaya dalam kurun waktu empat bulan, maka Desa Lembah Sumara yang dipimpin duet Kades Ahmad Mamala yang akrab disapa Tonggong dan Sekdes Andi M Harum, yang tertinggi pencapaiannya yakni 93 persen. Andi M Harum sendiri kemudian terpilih menjadi Kades Lembah Sumara pada Pilkades Morut serentak, 13 Juli lalu menggantikan posisi Ahmad Mamala.
Kembali ke Camat H Ramli. Dengan latar belakang lama menangani pajak, ia sangat konsen dengan yang namanya terget pajak. Sebab katanya, yang menentukan keberhasilan pembangunan suatu wilayah adalah pencapaian dari realisasi pajaknya.

Selain meminta kerja sama yang baik antar semua unsur terkait pada setiap kesempatan bicara di mana dan kapanpun, Camat Ramli selalu mewanti-wanti, realisasi pencapaian dan terget pajak harus diutamakan.
“Untuk Kecamatan Soyo Jaya, apa yang telah ditetapkan Insyalah tercapai hingga akhir tahun ini. Disini, tanpa dukungan masyarakat dan semua pihak, saya tentu tidak ada apa-apanya. Untuk itu saya tetap memohon supor dari seluruh masyarakat Soyo Jaya. Bantu dan beri kesempatan saya bekerja guna mencapai harapan kita bersama,” pinta Camat H Ramli.
Ramli juga menambahkan bahwa Kecamatan Soyo Jaya sebagai penyanggah pangan Kabupaten Morut dimana sekitar 80 persen penduduknya petani – pekebun, siap dukung dan menyukseskan Program Morut Sehat, Cerdas dan Morut Sejahtera (SCS), sebagai penajaman Visi Misi Bupati yang telah menjadi Visi Misi Daerah.* jay





