SCS Sukses Atau Gagal?

Atas : Hj. Warda Dg. Mamala, SE – Ketua DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng)

Morut, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Agak keras statement Ketua DPRD Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng) Hj. Warda Dg. Mamala, SE. Bahwa capaian program unggulan Pemkab Morut Sehat, Cerdas, Sejahtera (SCS), jangan hanya bicara data. Ditanya CBN bagaimana capaian SCS di momen 10 Tahun Usia? “Jangan bicara data. Tapi turunlah ke lapangan. Masih banyak yang tidak bersekolah di pelosok dan pedalaman sana. Banyak pula busung lapar. Bagaimana bisa sejahtera kalau masih ada busung lapar dan sakit?” Hj. Warda Dg. Mamala, menegaskan itu.

Ya, hari ini masyarakat Kabupaten Morut Sulteng tengah diliput suka cita, larut dalam kegembiraan penuh semangat merayakan HUT ke – 10 Morut yang jatuh tanggal 23 Oktober. Pada setiap momen perayaan, lazim dan biasanya diawali dengan berbagai kegiatan lomba.

Seperti tahun ini — sebelum hari “H” peringatan HUT.– digelar dengan sejumlah lomba. Seperti Dragon Boat Terbuka Nasional berhadiah Rp. 146,6 juta. Dragon Boat Lokal berbandrol Rp. 77 juta, serta Katinting Race dengan imbalan Rp. 31,8 juta.

Namun sebenarnya yang penting disini, tidak karena seremoninya belaka tanpa nilai khusus. Juga bukan semua tampilan yang digelar menyambut semarakkan momentum HUT. Tapi yang lebih penting dari sekadar larut dalam suasana, adalah nilai intrinsik atau “nilai penting”. Walaupun kenyataannya, beragam cara memaknai HUT Morut kali ini. Karena Morut bertambah usia dan kian beranjak menapaki eksistensinya sebagai daerah otonom, itu betul.

Ditengah hiruk pikuk Haul (Hari Ulang Tahun – red) Morut, memang idealnya dan mesti — eloknya — dimaknai capaian tentang sejauh mana program unggulan Sehat Cerdas Sejahtera (SCS), pada satu dekade Morut. Sukses tidaknya SCS yang digagas Bupati Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS apakah sudah sesuai plan, tercapai atau belum? Sebab, semulus-mulusnya program, apakah tidak ada kendala dalam pencaiaiannya, kendati itu kecil?

Itulah yang diungkap Ketua DPRD Morut Hj. Warda Dg. Mamala, SE saat CBN yang sempat merekam ketika meminta komentarnya Kamis (19/10) pagi — atau empat hari — sebelum HUT Morut diperingati.

Dikesempatan HUT kesepuluh, Ketua DPRD Morut Hj. Warda Dg. Mamala, SE menyampaikan apresiasinya.
DPRD dan pemerintah daerah kata Warda, sama-sama adalah penyelenggara pemerintahan. Sehingga bagaimana harusnya tercipta sinergitas dan kerjasama yang baik. Ya, untuk melaksanakan kerja-kerja lembaga, pemerintahan dan kemasyarakatan. Khususnya bagaimana betul-betul visi misi pemerintah daerah yakni SCS tercapai dan selesai selama lima tahun pemerintahan.

Cuma kepemimpinan selama lima tahun dengan program-program seperti ini kata Warda, banyaklah masyarakat bilang tidak tercapai. Dan pemerintah daerah tahu apa yang ia lakukan. Warda menilai dari program Sehat, Cerdas dan Sejahtera, terukur semua.

Terkait HUT Morut ke 10, apakah perlu ada penajaman program dan bagaimana itu dimata Warda? “Artinya tetap untuk lima tahun ini mengacu pada program Sehat, Cerdas, Sejahtera,” kata Hj. Warda. Nah, kalau sampai hari ini, sebut Warda itu terukur, tinggal diperbaiki kedepannya.

Jika melihat implementasi SCS dalam perjalanannya menurut Warda, terlihat berjalan baik. Tapi — kadang — tidak seperti yang direncanakan. Masyarakat tidak semua sama dalam menakar, menilai dan menerimanya. Maka, Bupati dan DPR harus menargetkan tahun ini capaiannya berapa persen dan tahun berjalan selanjutnya itu harus dicapai sesuai yang diprogramkan. Apakah itu tercapai atau tidak tercapai? Bupati harus selesaikan SCS itu selama lima tahun. Sebab, adalah masyarakat yang menilai bahwa SCS juga tidak tercapai. Jika ada pertanyaan apakah semua itu sudah tercapai? “Terukur semua. Semua terukur” tukas Warda Dg. Mamala.

Nah, jika semua itu terukur kata Warda, maka kedepan harus lebih diperbaiki agar semakin baik. Kalau mungkin dulu percepatan untuk tahun ini terukur dan berapa persen untuk taun-tahun berikutnya, pencapaiannya harus maksimal.

Apa yang masih menjadi PR untuk Morut kedepan? Jika bilang PR, banyak. “Itu tadi, bilangnya kita terukur. Misalnya kesehatan. Masih banyak yang tidak sehat. Mau bilang pendidikan, cerdas, masih banyak juga anak-anak daerah sana di pelosok-pelosok yang tidak sekolah. “Mau bilang sejahtera, ya tidak kita bisa mengukur kesejahteraan masyarakat. Tidak segampang menyebut sekian persen masyarakat Morut sejahtera,” ungkap Warda.

Kenyataanya sambung Warda, banyak yang tidak sejahtera. Banyak yang tidak sekolah. Banyak yang busung lapar. “Kalau bicara secara teori ini sehatnya sekian persen-sekian persen, kita jangan bicara data. Tapi, coba kita turun di pedalaman. Masih banyak busung lapar,” tegas Hj. Warda.

Nah kata dia, bagaimana bisa cerdas bila dia tidak sehat? Bagaimana mau sejahtera kalau dia sakit? Nah itu barangkali pemerintah harus jangan hanya bicara data. Bicara data hari ini sekian persen, lalu yang diumumkan dan mendapatkan penghargaan. Bukan itu. Yang riilnya itu, turunlah di lapangan. “Berapa persen betulnya, nah baru kita bicara,” tukas Warda tegas. Nah!* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *