H. Mohammad Arus Abdul Karim
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Ketua DPRD Sulteng H. Mohammad Arus Abdul Karim begitu mengapresiasi Program “SEMBILAN BERANI” yang tertuang dalam visi misi Anwar Hafid dan Reni Lamadjido – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Sembilan Berani Itu sangatlah positif untuk mendorong pembangunan di Sulteng,” ungkap Arus Abdul Karim kepada CBN dalam wawancara eksklusif baru-baru ini. Ya. Saat ditanya, spontanitas Arus mengatakan bahwa Sembilan Berani adalah sebuah terobosan Gubernur Anwar Hafid, dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Agar Sulteng lebih maju lagi dalam berbagai aspek. Beberapa dari program Sembilan Berani itu saat ini, seperti “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” yang sudah berjalan, serta “Berani Sejahtera”.
Arus Abdul Karim menyatakan itu saat disambangi CBN di kediamannya JL. H.M. Thamrin Atas dan dalam bincang-bincang lepas.
Dengan wajah berbinar, Arus menyebut bahwa jika kemudian ada langkah “Berani Menyetop Tambang”, itu kan sudah masuk dalam “Sembilan Berani”. Tetapi secara spesifik penertiban tambang ini, dianggap tidak bisa terlanjur lama diantisipasi. Sehingga, langkah cerdas yang dilakukan oleh Gubernur, sudah mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membicarakannya secara spesifik pula. Seperti tambang di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Kemudian secara khusus juga,Tambang Poboya dan lain-lain.
Dari sekian permasalahan yang belum terselesaikan beberapa dekade — baik ketika Gubernur masih dijabat Longki Djanggola maupun Rusdy Mastura atau Ka Cudi — semuanya coba dibenahi dan kini ditindak lanjuti Gubernur Anwar Hafid – Reni dengan motto “Sembilan Berani. Nah, tentunya dari sekian poin Sembilan Berani dan kelihatannya tengah digenjot itu adalah persoalan “Berani Cerdas”. Berani Cerdas ini sangat membantu masyarakat kita di Sulteng. Cuma kata Arus, ada catatannya. Yakni harus sesuai dengan kewenangan kita. Kewenangan kita itu apa? Arus menunjuk, jika pada bidang pendidikan seperti level SMP, SMA. Kan gitu! Adapun tingkatan yan lebih diatas, harus dikonsultasikan dengan pemerintah pusat. “Karena itu sepemahaman saya, itu merupakan kewenangan pemerintah pusat,” kata Arus Abdul Karim. Bahwa — sekali lagi — Sembilan Berani, positif sekali.
Sebagai Ketua DPR khususnya sebut Arus, ia sangat mendukung program Sembilan Berani. Dan telah dijabarkan dengan — salah satunya — Berani Sehat. Bisa dilihat sekarang ini begitu luar biasa. Luar biasa yang dimaksud, inilah yang nantinya menjadi bahan pendalaman yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menginfornasikan ke pemerintah pusat bahwa “Sekarang kami punya program seperti ini”. Tetapi, Fasilitas pendukung untuk mendukung itu, belum keliatan. Jadi sebab itu, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan “Berani Sehat”.
Intinya, kita sebagai pihak legislatif bekerja sesuai kewenangan, katanya. “Harapan kami di legislatif, supaya Sembilan Berani;– paling tidak tiga berani (Berani Cerdas, Berani Sehat dan Berani Sejahtera) — dapat kelihatan diperiode pertama Anwar – Reni.
Bagaimana gambaran “kemesraan” dan chemistry, hubungan eksekutif – legislatif selama kepemimpinan Anwar – Reni menurut Arus? “Selama ini baik saja. Semua berjalan pada relnya,” kata Ketua Umum Golar Sulteng itu. “Kita mempertahankannya sebagai potret nyata yang bisa dilihat masyarakat, dalam menjaga kondusifitas, sinergitas dan soliditas.* jay












