Target 5 Prioritas ingin dicapai Konsultan PRPPLH Kabupatem Kotabaru

Kotabaru Kalimantan Selatan.
Cakrabhayangkaranews.com – Konsultan Provinsi Kalimantan Selatan, Baharuddin, Senin 07-11- 2022 katakan target Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ( RPPLH ) kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, 5 Prioritas di Kabupaten Kotabaru.

Terkait dengan 5 prioritas pecemaran adalah, seperti Pencemaran air, Udara Pencemaran Tata Guna Lahan/ lahan Kritis, Persampahan dan Pencemaran Bencana, kemudian target Endiks Kualitas lingkungan Hidup, Yaitu, Kuwalitas Air, Udara dan Endeks kualitas tutupan lahan, Endeks tutupan lahannya, yang lebih
tinggi dari endeks diatas
Endeks Kuwalitas udara, mencapai 40 % sedangkan endeks kuwalitas air kurang lebih 0,3 %, endeks Tutupan lahan ( ETL) hanya 0,21 %, jadi ini perbandingan terbalik dgn posisi tahun 2018.

Ditahun 2018 endeks Kuwalitas Tutupan lahan itu.mencapai 40%, air 30 %, Kuwalitas Udara, 30 %, padahal menurut Baharuddin Konsoltan Provinsi, apabila tutupan bahannya bagus, berarti Endeks Kuwalitas air juga bagus, karena pungsi pohon dapat menyerap bahan2 pencemaran dan terjadinya Ron-op, dan udaranyapun menjadi segar, sekarang sudah beru ah.

Lanjut Konsoltan Provinsi Kalimantan selatan, Baharuddin,” sebagai penyedia data dan analisis akhirnya membingungkan, karena udaranya bagus, tapi tutupan lahan nya rendah” ucapnya.

Data sementara yang disampaikan oleh peserta RPPLH dari dinas terkait, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas ) HNSI dan LSM, ini sudah mencakup apa yang disampaikan, hanya saja target Penanaman pohon yang direncanakan untuk lahan Kretis belum ada kesepakatan, jadi target penanaman pohon terkait dengan pembiayaan APBD, yang disediakan oleh Daerah menjadi tanggung jawab dimasing masing dinas terkait (UPD) yang melakukan Rehabilitasi Hutan, ” papar.
Baharuddin.

Wartawan media ini menanyakan, terkait lingkungan Hidup dengan usaha ke nelayanan dikatakannya, Baharuddin Konsoltan Provinsi Kalimantan Selatan ini adalah, dia sebagai orang pasisir ( bigron ) orang pesisir anak pelaut, sangat memahami keterkaitan Kondisi Perikanan di Kabupaten Kotabaru, sebenarnya dengan potensi perikanan diKabupaten Kotabaru Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) nya jauh lebih besar bila dikelola dengan baik bila dibandingkan dengan penghasilan dari sumber alam lainnya, Jelas Konsoltan.

Kedepan para nelayan Kabupaten Kotabaru, bila tidak disediakan sarana dan prasarana, terutama untuk penyediaan Pelabuhan, alat tangkap kelas modern, maka para nelayan tradisional akan tertinggal, menurut prediksi Konsoltan ini, para nalayan Kalimantan Selata , Khususnya Nelayan Kotabaru semakin menurun, disebabkan salah satunya anak2 mereka tidak mau lagi turun malaut untuk.menangkap ikan.

Baharuddin melan jutkan lagi, untuk mencapai Nelayane itu lebih maju dan
penghasilan yang berlimpah dan lebih maju lagi kedepan adalah, (1).Perbaikan kuwalitas lingkungan, trutama untuk perikanan Darat, Budidaya Pertambakan, karena pertambakan itu sengat penting dengan Kuwalitas Airnya.” Ucap Baharuddin.

Kalau kuwalitas airnya bagus dan kader pencemarannya rendah pada pembudidayaan ikan perikanan darat, maka hasil produksi panennya berlimpah dan lebih meningkat lebih tinggi.

Yang ke (2) Sarana dan prasarana, baik pengolahan, Ptoduksi dan pemasaran ini juga sangat penting sekali, sekalipun Produksi dan penghasilan ikannya lebih tinggi, namun apabila tidak ditunjang dengan sarana da prasananya sperti yg disebutkan diatas, maka hasil yang berlimpah itu tidak ada artinya (sia sia saja ), ” ucapnya.

Konsoltan RPPLH Provinsi Kalimantan , Baharuddin, mengakhiri, dicontohkannya, seperti Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru, daeran ini salah satu pulau yang terlencil , akses yang menghubungkan kepulau ini, ada kapal hanya seminggu sekali, sehingga ikan2 dan kerang yang didapat banyak yang layu dan bahkan ada yang mem busuk.” Tutup Bharuddin.
( Syafruddin ).

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *