Luwuk, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Diposisikanya dr H Yusran Kasim, ME sebagai Direktur RSUD Luwuk, tentu sudah diperhitungkan Bupati Banggai Ir H Amirudin Tamoreka.
Sosok Yusran, pastilah dinilai cakap dan digadang akan mampu mengemban kepercayaan dalam tugas. Yusran diharap bisa menata, mengembangkan serta memajukan RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dari profil saat ini.
“Insyaallah dengan dukungan kepercayaan masyarakat, saya bisa menjalankan tanggung jawab ini dengan baik serta dilandasi amanah. Untuk itu, beri saya kesempatan untuk bekerja,” kata dr Yusran Kasim kepada CBN di Luwuk baru-baru ini.
Ya, duduk distrata pemerintahan Bupati H Amirudin Tamoreka, tentulah juga merupakan pengecualian. Artinya ada berkah berbalut
nilai plus terhadap figur-figur pilihan yang didudukkan. Bahwa pejabat yang terposisikan pada job dijajaran pemerintahan era kepemimpinan H Amirudin Tamoreka – H Furqanudin Masulili (AT/FM), merupakan orang-orang yang terpilih dan diproyeksi bisa menyukseskan visi misi daerah.

Maka — sekali lagi — ditunjuknya dr Yusran Kasim menjadi Direktur RSUD Luwuk, tentu lantaran dianggap mampu — salah satunya punya modal manajerial — dan leadershipnya dianggap mumpuni.
Atas semua itu, dipundak dr Yusran, kini bertengger “PR” dan tanggung jawab tidak ringan untuk
mengembalikan dan kemudian mempertahankan pamor RSUD Luwuk, agar dapat menjadi salah satu rumah sakit rujukan terdepan.
Lantas, apa saja langkah yang sudah dr Yusran siapkan tahun ini? Bagaima dengan program tahun depan?
Yang jelas, visi misi daerah kata dr Yusran, harus disukseskan sesuai Tugas dan Fungsi (Tusi) di leading sector pada institusi masing-masing. Demikian halnya rumah sakit.
Terkait menyukseskan visi misi bupati kata Yusran, tentulah masalah pelayanan yang menjadi prioritas dikedepankan. Sehingga, akan dapat memberikan kepuasan pada masyarakat. Sedapat mungkin meminimalisir keluhan-keluhan.
Caranya — salah satu — ikut meningkatkan sumber daya manusia atau human resources jajaran serta sumber daya peralatan untuk melangkah lebih baik kedepan. “Endingnya, jika pelayanan sudah maksimal kemudian sumber daya peralatan juga sudah dioptimalkan, akan berimbas positif terhadap adanya kepuasan masyarakat. Dan, Itulah yang diharapkan,” gambar dr Yusran.
Kini kata Yusran, RSUD Luwuk terus berbenah. Semua itu dalam rangka mengedepankan pelayanan juga menata personal dan kemantapan peralatan. “Dengan pelayanan prima, diharapkan akan ada tingkat kepuasan di masyarakat sesuai yang diharapkan,” ungkap dr Yusran.
Menurut Yusran, memberikan pelayanan yang baik akan memberikan kesan.positif di masyarakat.
Dan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan tingkat kepuasan masyarakat, dr Yusran menerapkan “Salam Senyum Sapa atau 3S”, agar pasien merasa senang karena dihargai. “Bayangkan bahwa pasien yang datang dalam keadaan susah, jadi hatinya perlu dibuat senang. Maka berlaku 3S tadi,” tukas dr Yusran.
Saat ini tunjuk Yusran, dokter yang dimiliki RSUD Luwuk sudah lengkap. Setelah adanya dokter spesialis jantung. Malah dokter bedah syaraf di RSUD Luwuk salah satu dari dua yang ada di Sulteng dan .adanya di Palu.
Kini, RSUD Luwuk menjadi rumah sakit untuk “Banggai Bersaudara” — Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Babgkep) dan Banggai Laut (Balut) serta RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Una-una (Touna). Bahkan, untuk kebutuhan cuci darah atau Hemodialisa (HD)
buat penyakit ginjal sudah dimiki RSUD Luwuk sekitar tahun 2011 serta CT Scan — RSUD Luwuk justru yang pertama memilikinya — hampir bersamaan dengan yang dipunyai Kota Palu.

“Jika dulu pasien kecelakaan dan harus bedah syaraf dan tulang harus ke Makassar, sekarang sudah bisa ditangani di RSUD Luwuk. “Yang dirujuk misalnya bedah anak yang sifatnya sub spesialis. Tapi diharapkan kedepan dr badan anak sudah akan dimiliki RSUD Luwuk,” tukas dr Yusran.
Kepada jajarannya,di RSUD Luwuk dr Yusran berpesan untuk bekerja dengan baik sesuai Tugas, Fungsi dan tepat waktu. Poli tepat waktu, Rontgen tepat waktu dan lain-lain juga harus tepat waktu dan tanpa ada yang ditunda-tunda. Terakhir, harus selalu gelorakan semangat serta optimisme.* jay











