Atas : Edi – Kades Werea
Werea Bungku Pesisir, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –
Niatnya sejak awal hanya satu. Ingin membawa perubahan dan bertekad membangun Desa Werea, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), lebih baik dari kondisi saat ini.
“Werea harus lebih baik dari kemarin dan besok lebih maju lagi dari hari ini,” kata Edi, Kades Werea kepada CBN dan Net 86 baru-baru ini.
Dalam menata Werea lebih maju dan menjadikan masyarakatnya sejahtera kata Edi, tentunya butuh dukungan masyarakat, yang telah merasakan langsung dampak dari pembangunan Werea. “Yang pasti, tujuan saya, bagaimana menyejahterakan masyarakat dengan capaian maksimal,” kata Edi.
Seperti diketahui bahwa Werea adalah desa yang kini dan akan menjemput masa depan gemilang. Ini karena keberadaan sejumlah — salah satunya — perusahaan nikel dan batuan yang datang menanamkan investasinya. Seperti perusahaan tambang nikel PT. International Green Indonesian Park (IGIP) yang juga tengah melakukan penataan infratruktur di Desa Sambalag.
Di Werea, selain PT. IGIP, juga ada PT. PMA dan GIU yang bergerak ditambang batuan.
Yang pasti, sejak masuknya perusahaan ke wilayahnya kata Edi, secara perlahan telah merubah taraf hidup dan tingkat ekonomi masyarakat lebih makin meningkat. Bahkan Edi sebagai Kades, mengaku kalau dirinya ikut merasakan peningkatan taraf hidup menjadi lebih terangkat.
Memang jika dilihat kasat mata, salah satu rumah megah di Desa Werea dengan fasilitas yang cukup lengkap, telah dimiliki Kades Edi dalam dua tahun terakhir. Seperti dua mobil mewah yakni satu unit Alphard dan Fortune generasi terbaru, ditambah dua armada dump truck. “Saya akui, semua kebaikan ini saya dapatkan sejak masuknya perusahaan di Werea sekitar dua tahun belakangan, aku Edi yang mulai menjabat sejak 2023.
Kendati mengaku tak hafal besaran Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Werea tahun 2023 hingga 2026, tapi Edi bisa menjelaskan sejumlah fasilitas desa yang telah dibangun di Werea dimasa ia menjabat. “Besarnya dana desa dan anggaran dana desa tahun 2023 sampai 2026, saya tidak hafal. Bukan urusan saya. Itu yang tahu bendahara, bukan saya,” kata Edi menjawab sekenanya.
Setidaknya, ada infrastruktur yang monumental saat ini sudah berdiri di Werea, yakni Balai Pertemuan. Kendati ada suara yang mengatakan bahwa gedung itu sudah dimulai pembangunannya sebelum 2023. Edi, tinggal melanjutkannya hingga berdiri.
Info yag didapat CBN dan Net 86, ada gerakan yang tidak mendukung kepemimpinan Kades, tapi ia tak acuh. Menurut Edi , selama ia sudah berbuat baik untuk masyarakat dan demi kemajuan desa, makanya ia tak pusing. Kata Edi, ia sudah berusaha memberikan yang terbaik. Bantuan desa sudah ia salurkan. “Tapi saya tahu yang merongrong, itu orang-orang yang tidak puas,” ungkap Edi.
Dalam catatan CBN dan Net 86, di Werea, dimukimi 102 KK atau sekitar 300-an jiwa lebih. Jumlah pemilih tetapnya ada 200.
Jika ditengok, gedung pertemuan Desa Werea yang permanen dan megah, berukuran 25 X 12 meter. Itu berfungsi sebagai bangunan sederhana. Bisa dijadikan tempat rapat, acara-acara desa dan dapat difungsikan kegiatan resepsi perkawinan dan hajatan lainnya. Edi menambahkan, gedung serba guna tersebut, sebagai hasil kerja-kerja positip dari program pemerintahan desa Werea yang bisa disaksikan publik. Saat ini katanya, warga lebih banyak terserap menjadi tenaga kerja di perusahaan, seperti yang sudah dipapar diawal.* jay











