Objek wisata permandian air panas yang konon dibangun dengan anggaran miliaran rupiah – Sayang tak lagi diurus
Boltim, Sulut – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Untuk ketiga kalinya wartawan sekaligus Kepala Biro CBN Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Pusran Beeq melaporkan soal sejumlah spot wisata dan destinasi di daerah yang dikomandoi Sam Sachrul Mamonto terbengkalai. Resort-resort itu terkesan tidak diurus, mangkrak dan dibiarkan rusak. Ini juga menimbulkan kesan, seolah Pemda setempat tidak begitu peduli dengan keunggulan yang dimiliki daerahnya. Nilai jual objek-objek wisata yang mestinya mahal, justru menjadi tidak berharga. Resort andalan berubah sepi hingga tidak bisa diandalkan lagi. Maka tidak heran jika banyak kalangan di Boltim menyayangkannya. Bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LAKI (Lembaga Anti Korupsi Indonesia) Boltim yang diketuai Ismail Mokodompit, terus meneriakkan kritikannya, minta ada jawaban
Bupati Sachrul Mamonto.

LAKI menilai, saat Boltim terus membenahi, memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur lain seperti jalan, justru sektor pariwisata tidak dipedulikan, diabaikan. “Ini situasi kontradiktif. Disatu sisi jalan diprioritaskam untuk dibangun, tapi salah satu “pintu” penyumbang rupiah untuk PAD Boltim, malah dibiarkan tidak diurus,” kata Ismail.Mokodompit kepada CBN, Senin (24/7/2023).
Ya — begitu menyedihkan sebut Ismail — ketika melihat kondisi bangunan dan lokasi wisata permandian air panas.yang harusnya dikelola baik Dinas Pariwisata Daerah (Diparda) Boltim, tapi kenyataannya tidak begitu. Padahal, hanya berada di ujung lorong Ko Acin, Desa Bongkudai Barat, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” komentar satu warga Desa Bongkudai Barat kepada CBN.
Ivestigasi lapangan yang dilakukan CBN Senin, (24/7/2023) mendapatkan kondisi bangunan wisata permandian air panas tersebut, sangaaat memperihatinkan. Kaca-kaca yang dipasang, sudah pada pecah. Beberapa pintu bangunan juga sudah rusak.
Kerusakan fasilitas itu menurut masyarakt sekitar, karena memang sarana umum itu tidak lagi diurus. “Sejak dibangun, fasilitas wisata tersebut sampai saat ini tidak lagi dipelihara dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” kata warga itu.
Sebagai warga setempat katanya, si warga sangat perihatin melihat fasilitas wisata yang tidak dikelola. Bahkam hanya dibiarkan begitu saja semakin rusak.

Dari informasi yang dihimpun CBN menyebutkan bahwa spot wisata permandian air panas itu dibangun sekitar tahun 2016. Bersumber dari APBD. Lantas berapa besar dana pembangunannya selidik CBN? “Wah, kurang.lebih Rp. 2 miliaran itu pak,” papar si warga itu.
Kepada CBN, Ketua LAKI Boltim Ismail Mokodompit meminta Pemda melalui Diparda, agar jangan hanya membiarkan fasilitas yang ada terbengkalai begitu saja.
Ismail Mokodompit juga meminta dengan tegas Aparat Penegak Hukum (APH), agar mau melakukan penyelidikan terkait pembangunan fasilitas wisata air panas itu.
Sementara, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto beberapa kali hendak dikonfirmasi CBN belum berhasil. Namun hanya Kepala Dinas Pariwisata Daerah Eko Marsidi yang menjawab pertanyaan CBN lewat Watsapp (WA) nya. Menurut Eko bahwa menyangkut belum digunakannya fasilitas itu, karena debit air berkurang. “Sehingga air tidak bisa tersuplai ke lokasi permandian,” jawab Eko Marsidi dalam balasan WA-nya kepada CBN.*










