Jombang, CBN – Otopsi kepada jasad Sapto Sugiyo, korban pembunuhan di Jombang, akhirnya selesai dilakukan Jumat (15/9) sore.
Tim dokter forensik menyebut bahwa, pihaknya menemukan sejumlah luka di tubuh korban pembunuhan asal Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang itu.
Sebagai informasi, otopsi tersebut dimulai sekitar pukul 13.30 hingga 16.30. Dalam kegiatannya, empat tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri, terlihat mulai masuk paviliun kenanga RSUD Jombang.
Sejumlah petugas dari Satreskrim Polres Jombang juga terlihat mendampingi proses otopsi. Tak hanya itu, keluarga korban juga terlihat menunggu proses otopsi di luar paviliun. Setelah selesai melakukan otopsi, pihak RS akhirnya mengemukakan hasilnya.
“Setelah kami melakukan otopsi, kami menemukan adanya luka di bagian dada, dan memar di kepala,” terang Dr. Tutik Purwanti, Ketua Tim Kedokter Forensik dari RS Bhayangkara Kediri, yang melaksanakan otopsi.

Beliau juga memberikan sejumlah keterangan mengenai sebuah luka memar di kepalanya, yang mana diduga terjadi karena bekas pukulan palu.
“Yang jelas, di kepalanya ada luka memar, dan mungkin bekas pukulan dari benda tumpul. Tapi lukanya bukan cuman di kepala, di dada juga ada,” ungkap Dr. Tutik Purwanti, Ketua Tim Kedokter Forensik dari RS Bhayangkara Kediri yang melaksanakan otopsi.
Lebih lanjut, Beliau juga menyebut jika sang korban juga mengalami luka lubang di bagian dada korban, yang diduga terjadi karena bekas tembakan.
“Memang benar jika ada lubang di bagian dada. Tapi, kita tidak menemukan proyektil peluru,” ungkapnya.
Hingga kini, Dr. Titik belum bisa memberikan penjelasan mengenai hasil otopsi, karena masih membutuhkan waktu untuk memprosesnya. Beliau juga menjelaskan, jika dirinya belum mengetahui bagian mana yang fatal. Nantinya, jika dirinya mengetahui hal tersebut. Maka, Beliau tidak segan-segan untuk menyampaikannya ke penyidik kepolisian.
Setelah diotopsi, jasa Sapto dibawa ke rumah duka sekitar pukul 17.00 untuk dimakamkan.
Sebagai informasi, sebelumnya, Sapto Sugiyo adalah korban pembunuhan yang dilakukan M Hasan Safi’i alias Daim, yang mana merupakan tetangganya sendiri. Pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh dendam lama, yang telah disimpan Daim kepada tetangganya.
Lebih lanjut, Sapto dibunuh dengan cara ditembak di bagian dadanya, dengan senapan angin. Nantinya, setelah terhitung dan ambruk, Daim mengambil palu dan memukul kepala korban dengan jalan membabi buta.
Secara terpisah, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa, motif pembunuhan kepada Sapto Sugiyo (46).
“Pelaku mengaku bahwa, dirinya melakukan hal itu karena dendam lama, karena seringkali diganggu sama sang korban,” terang Wakapolres Jombang Kompol Hary Kurniawan.
Hary menjelaskan, pelaku pembunuhan itu adalah tetangga korban sendiri. Ia, bekerja sebagai penjual tas plastik alias kresek di pasar, sehari-harinya.
“Nah, pelaku merasa jika dirinya seringkali terganggu oleh korban,” katanya.
Polisi juga menyebut, tak sekali saja pelaku mengaku merasa diganggu pekerjaannya oleh Sapto.
“Jadi, pas Beliau buka penggilingan padi, dan buka usaha odong-odong, Dirinya merasa diganggu sama korban. Namun, ini masih pengakuan sepihak, ya. Kami masih harus mendalaminya lagi,” imbuh Hary.
Hari juga memastikan, jika pembunuhan itu tak ada kaitannya dengan status korban yang merupakan seorang wartawan, juga Kepala biro media online di Jombang.
“Kalo diperhatikan, hal ini memang tidak ada hubungannya dengan pemberitaan. Tapi, murni karena dendam, kalau menurut pengakuan pelaku,” tegasnya.
Polisi menyebut, hingga kini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut kepada tersangka, termasuk untuk mendalami kondisi kejiwaannya.
“Kondisi tersangka memang belum stabil, ada semacam gangguan psikologis setelah dia menjadi tersangka di insiden pembunuhan itu,” pungkasnya.
Saat ini, pihak rumah sakit tengah melakukan otopsi terhadap jasad korban. Untuk sementara ini, pelaku telah tertangkap dan kini masih terus diperiksa oleh petugas.
Andi – CBN
Editor: R.A – CBN











