Foto atas tengah dan bawah : Indomaret Desa Kotabunan – Saat Penutupan Indomaret – Plang kertas putih bertuliskan : USAHA INI DITUTUP SEMENTARA – dibawahnya : Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (SP-TSP)
Boltim, terserak di halaman Indomaret yang terkesan mekakukan “pembangkangan” itu.
Boltim, Sulut. Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Kegiatan salah satu Indomaret yang berada di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) (31/10/2023) akhirnya ditutup oleh Pemerintah Boltim. Penutupan kegiatan Indomaret itu dilakukan karena terindikasi bahwa Indomaret yang ada tidak mengantongi izin operasi. Indikasi itu nampak ketika mendengar keterangan yang disampaikan oleh Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto melalui Kepala Dinas Kadis SP-TSP Boltim Denny Mamonto saat dikonfirmasi CBN (1/11/2023).
Kepada CBN Denny menjelaskan bahwa proses penutupan itu dilakukan karena Indomaret yang ada, tidak memiliki izin. Baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Nomor Induk Berusaha (NIB). “Indomaret yang ada, tidak memiliki izin baik IMB, PBG dan NIB. Sehingga kami harus mengambil sikap tegas melakukan penutupan,” jelas Denny.
Namun sangat disayangkan, ketika proses penutupan itu dilakukan pada siang hari melalui pemasangan tanda penutupan, tidak lama berselang atau pada malam hari diduga Indomaret yang ada kembali melakukan aktivitas penjualan. “Siang ditutup, eh pada malamnya mereka diduga kembali melakukan kegiatan penjualan. Di sini menunjukan bahwa managemen Indomaret Kotabunan tersebut tidak mengindahkan sikap Pemda,” ucap Denny kesal.
Selidik punya selidik, berdasarkan pantauan CBN (1/11/2023) di lokasi Indomaret yang berada di bilangan Desa Kotabunan tersebut, Pemda Boltim sudah melakukan penutupan kegiatan. Tapi kok Indomaret di Kotabunan itu, masih tetap dibuka oleh managemen Indomaret. “Inii menunjukan bahwa managemen Indomaret mengabaikan sikap Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Timur, dibawah pimpinan Bupati Sam Sachrul Mamonto,” komentar salah satu penduduk Kotabunan.* psb











