Prosesi sakral Pesta Adat Mora’a – atas. Anton Dg. Situru – pemerhati seni, budaya, pendidikan dan olahraga – bawah (foto dan teks: darmasita s)
laporan: darmasita s.
Tepatnya tanggal, 20 Agustus 2023, Desa Tojo – Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una una, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke – 118. Sekaligus momen tersebut dirangkai dengan Pesta Adat “Mora’a”.
Di hari jadi Desa Tojo ke – 118 pada tahun 2023 ini, adalah hari yang menjadi renungan mengenang masa lampau dan kini menatap ke depan untuk menuju Desa Maju dan berkembang. Ini tentunya sesuai harapan bersama – sama, bagi semua kemponen masyarakat Desa Tojo.
Mengamati perayaan HUT dan Pesta Adat Mora’a di Desa Tojo yang meriah namun sakral, sebagai wujud persatuan yang kokoh dan kebersamaan. Pun merangkai situasi aman dan tenteram sehingga penyelenggaraan hari jadi Desa Tojo yang ke – 118 — bersamaan pesta Adat Mora’a — terlaksana
dengan baik, skral dan penuh hikmah. Ending HUT ke – 118, Desa Tojo – 20 Agustus 2023 kemarin, benar-benar terselenggara sukses.
Seperti yang sudah dipapar diawal, perayaan HUT Desa Tojo, dirangkai dengan pesta Adat Mora’a. Kegiatan hadiri Ketua DPRD Tojo Una una, Dr. Mahmud Lahay , SE, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tojo Una- una Moh. Arsyad, SE, M.Si, Camat Tojo Sudarto Palakana, SE. Hadir oula Ketua dan Anggota Lembaga Adat Desa Tojo, Tokoh-tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta para undangan lainnya.
Kepala Desa Tojo Suaib Lige dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu di tengah – tengah perayaan memperingati Hari Ulang Tahun Desa Tojo yang Ke – 118 tahun 2023. Kegiatan ini kata Suaib Lige, diselenggarakan bersama-sama bertepatan dengan Pesta Adat Mora’a.

Kades Suaib Lige juga menyampaikan bahwa pemerintah Desa Tojo memberikan hadiah lomba kepada masyarakat yang telah turut meramaikan HUT Kemerdekaan RI Ke – 78. “Kaki ini seperti “ruas ketemu buku”, momen HUT RI bertepatan pada Ulang Tahun Ke – 118 Desa Tojo serta Pesta Adat Mora’a tahun 2023,” ungkap Suaib.
Di tempat berbeda, Pemerhati Seni dan Budaya, Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tojo Una una, Anton Dg. Situru, S.Pd, MM, sempat memberi komentarnya kepada CBN, atas sukses penyelenggaraan HUT 118 Desa Tojo.
Menurut Anton Dg. Situru, melalui penyelenggaraan Pesta Adat Mora’a, merupakan momen tepat untuk mengeratkan hubungan silahturahim, persaudaraan dan kekeluargaan.
Anton juga mengatakan momentum penyelenggaraan Pesta Adat Mora’a, sebagai wujud pelestarian seni dan budaya. Sekaligus , merupakan ucapan rasa syukur warga masyarakat terhadap hasil yang dicapai. Khususnya dari sektor pertanian. Demikian juga dari hasil sumber pendapatan lainnya bagi masyarakat setempat, selain dari hasil pertanian. “Ini adalah sukses bersama yang diakumulasi dan diwujudkan dengan helat Adat Mora’a,” ungkap Anton Dg. Situru.

Kata Anton, wujud rasa syukur masyarakat dalam momentum pesta Adat Mora’a, ditandai dengan penyediaan Nasi Bambu, dan aneka ragam kuliner serta penganan.
Lebih elok lagi kata Anton, jika penyelenggaraan Pesta Adat Mora’a dibuat dalam “Calender of Event. “Jadi secara rutin dilaksanakan pada setiap tahun. Nah, kesempatan inilah yang juga sebagai waktu untuk menjalin dan lebih mempererat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan,” tukasnya.
Satu hal lagi, gelar pesta Adat Mora’a sebaiknya dinyatakan terbuka untuk semua kalangan, tanpa melalui undangan. Meski terdapat pula yang berkunjung, lewat undangan dari Pemangku Adat dan Pemerintah Desa setempat.
Anton Dg Situ menambahkan, melalui perayaan Adat Mora’a, kita bisa bertatap muka antara satu sama lain. “Bahkan ada sahabat dan handai tolan yang datang dari jauh guna turut serta meramaikan perayaan Pesta Adat Mora’a di Desa Tojo. Terima kasih, ” ungkap Anton.

Menurut mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tojo yang pernah menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tojo Una una, Mora’a sebagai kegiatan yang terlaksana berdasarkan warisan para pendahulu yang dilestarikan secara turun-temurun. Syukurlah, hingga kini terus dapat di pertahankan dan dijaga. Pesta Adat Mora’a tambah Anton, sebagai suatu isyarat untuk memasuki pada musim tanam selanjutnya dan membudaya dikalangan warga tani setempat. “Artinya, perayaan ini disamping sebagai bentuk wujud syukur hasil panen pada tahun sebelumnya, juga sebagai detik-detik pasca selesai perayaan Mora’a untuk memasuki tahapan musim tanam selanjutnya,” imbuh Anton.* penulis – kabiro cbn tojo una-una










