Foto atas hingga berurut kebawah :
* Hari Pertama tiba Senin (9/10/2023) Apel Bersama Manggala Agni, TNI – POLRi di Mapolsek Tojo – Polres Tojo Una una.
* Saat melaksanakan Briefing bersama tentang taktis penanganan Karhutla
* Penyerahan sertipikat kepada MPA Desa Betaua, Kecamatan Tojo
* Penerimaan sertipikat MPA Desa Betaua dari Manggala Agni

laporan : darmasita s – kabiro cbn tojo una-una sulawesi tengah
Regu Manggala Agni yang berjumlah 10 personel dari Markas Pangkalan Daerah Operasional (Daops) Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), tiba di Markas Tim Terpadu Karhutla Tojo, Kabupaten Tojo Una-una Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (9/10/2023). Regu ini ditempatkan di Mako Polsek Tojo sebagai Markas Operasi Siaga Karhutla Tojo.
Komandan Regu (Danru) II Manggala Agni Saepul kepada CBN mengatakan, hari pertama bertugas di Wilayah Kecamatan Tojo Senin (9/10/2023), langsung mengikuti a
Apel Bersama TNI – POLRI. Apel kata Saepul, dipimpin Kapolsek Tojo AKP. Murlan Tarifuddin, di halaman Mapolsek Tojo, sebagai bentuk sinergitas bersama dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dilanjutkan kemudian, dengan briefing bersama tentang taktis penanganan Karhutla di Wilayah Kecamatan Tojo, Kabupaten Touna.

Saepul menyebutkan, tepatnya hari ini Selasa (10/10/2023), tim melakukan patroli bersama. Melibatkan, Manggala Agni dan TNI – POLRI. serta Masyarakat Peduli Api ( MPA) Desa Betaua.
Dalam kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh tim terpadu yang dipusatkan di Desa Betaua Kecamatan Tojo, Manggala Agni menyerahkan sertipikat penghargaan kepada MPA Desa Betaua sejumlah 15 personel, sebut Saepul.

Selain itu, tim patroli terpadu melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang tindakan pengendalian dan pencegahan Karhutla. Kepada masyarakat, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sebagai bentuk tindakan pencegahan terhadap Karhutla. Hal ini tentu sangat penting disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, mengingat saat ini di Wilayah Kecamatan Tojo dalam situasi dan kondisi panas ekstrem.
Di Desa Betaua Kecamatan Tojo Manggala Agni bersama TNI – POLRI dan MPA, menyasar dan mengambil titik kordinat pada kawasan yang rawan terjadinya Karhutla. “Terdapat sekitar enam titik kordinat yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” kata Saepul.


Selain menyasar titik koordinat rawan kebakaran, menurut Saepul Tim Terpadu Manggala Agni, TNI – POLRI dan MPA juga melakukan pencatatan terhadap jenis vegetasi dan sumber air yang dapat dipergunakan apabila sewaktu – waktu terjadi Karhutla di Desa Betaua dan sekitarnya.
Saepul juga menjelaskan, sinergitas bersama menangani Karhutla saat melakukan patroli terpadu, juga dilaksanakan penelusuran uji remas serasah dan uji daun tunggal untuk menentukan tingkat kekeringan. Dengan uji tersebut, kemudian dapat dinyatakan bahwa daerah atau kawasan srkitar, rawan Karhutla.

Setelah menyasar beberapa titik koordinat daerah atau kawasan rawan Karhutla, dilakukan pula pencatatan jenis vegetasi. Juga melihat potensi sumber air yang dapat digunakan apabila sewaktu – waktu terjadi Karhutla. Selain itu, juga dilakukan uji remas serasah serta uji daun tunggal, guna menentukan tingkat kekeringan di daerah atau kawasan rawan terjadinya Karhutla. “Selanjutnya, Tim Patroli Terpadu melakukan anjangsana ke Dusun Bomba Lestari, Desa Betaua Kecamatan Tojo,” pungkas Saepul.*










