Atas : dr Budiyanto Uda’a, Sp. KER, M. Ked, Klin, CMC
Luwuk Banggai, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Membuat seirama Berani Sehat dalam Program “Sembilan Berani” Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid dan Program Gerbang Sehat Bupati Banggai H. Amir Tamoreka sejatinya, terbungkus dalam Visi Terwujudnya Banggai Maju, Mandiri dan Sejahtera Berbasis Kearifan Lokal
Inilah upaya yang dilakukan manajemen RSUD Luwuk yang saat ini dikomandoi dr. Budiyanto Uda’a, Sp.KFR, M. Ked, Klin, CMC, selaku Direktur.
Pada intinya, yakni memberikan pemerataan pelayanan supaya masyarakat — khususnya Kabupaten Banggai — bisa mendapatkan pelayanan kesehatan prima yang merata.
Selama tahun berjalan ini, apa yang dirasakan masih kurang dari profil RSU Luwuk? Menurut dr Budi — sapaan akrab dr. Budiyanto, apa yang sudah berjalan ditahun ini, dirasakan sudah cukup bapak. Beberapa yang terus disempurnakan dan ditingkatkan. Sesuai apa yang sudah diplaningkan oleh Bupati untuk penambahan sejumlah alat kesehatan. Spesifiknya — saat ini — seperti Cathlab atau Catheterization Laboratory. Adalah ruang tindakan khusus di rumah sakit yang dilengkapi teknologi pencitraan sinar-X (angiografi – red) canggih untuk mendiagnosis dan menangani penyakit jantung serta pembuluh darah secara minimal invasif. “Untuk yang lain berjalan, akan mengikuti perkembangan,” demikian dr Budi Uda’a kepada CBN baru-baru ini. Kata dr Budi, akan disesuaikan dengan efisiensi anggaran. “Akan dilihat tahun ini untuk penyesuaiannya,” kata dr Budi.
Kendalanya kata Budi, kemungkinan karena adanya efisiensi anggaran itu. Sehingga tidak bisa memplaningkan terlalu babyak, mengingat keterbatasan dan ketersediaan anggaran itu.
Pastinya, pelayanan itu kata Budi bukan hanya mengandalkan keterampilan. Tetapi bagaimana penampilan, bertutur kata. Sehingga berlakulah slogan “5S” yakni Dakam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun. “Itu yang kami budayakan, ” jelas dr. Budi.
Harapannya, lewat 5S tadi, orang yang sakitnya parah sebelum dapat terapi pengobatan, mungkin sudah bisa sembuh lima puluh persen. Dan lewat pendekatan-pendekatan kultural budaya — lewat kearifan lokal — juga budaya ketimuran yang masih tinggi. Satu hal yang ditanam kankan Budi kepada jajarannya, yakni kejujuran dan nawaitu untuk bekerja ikhlas. “Ini yang saya coba terapkan,” katanya.
Menurut dr Budi, tidak perlu orang yang jago pintar. Tapi yang dibutuhkan adalah personal yang disiplin — sekali lagi jujur — bekerja dengan hati.
Sejak 2024 pula ungkapan dr Budi, pemberlakuan pelayanan cukup menggunakan KTP. Artinya apa, program Gubernur soal Berani Sehat, teraktualisasikan di RSU Luwuk yang sudah meverapkan sistem UHC atau Universal Health Coverage, yakni Cakupan Kesehatan Semesta yang merupakan pola penjaminan kesehatan yang memastikan seluruh masyarakat memiliki akses adil terhadap layanan kesehatan bermutu tanpa terkendala biaya. Jadi, semua warga Kabupaten Banggai itu dikaver oleh BPJS, hanya dengan modal KTP.
dr Budiyanto Uda’a sebelum duduk menjadi Direktur RSUD Luwuk menggantikan dr. Yusran Kasim, adalah Wakil Direktur. Sempat beberaps bulan menjadi pelaksana tugas.
Fokus Utama itu tadi, peningkatan kualitas layanan. Juga efisiensi anggaran BLUD, dan pengembangan SDM lokal. Berbagai kalangan menilai, langkah Bupati Amir Tamoreka menunjuk dr Budi sebagai direktur RSUD Luwuk pasca dr Yusran sudah tepat. dr Budi, sosok yang masih energik, tenang, bertalenta dan. familiar. Di tangan dr Budi, keberadaan RSUD Luwuk, diharapkan bisa turut menyukseskan visi misi daerah dibidang pelayanan kesehatan masyarakat. Khsus untuk masyarakat Kabupaten Banggain dan daerah sekitarnya.* jay





