Atas : Ilustrasi
Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Baru saja Walikota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pulang dari menjalankan ibadah umroh di Baitullah. Berdoalah, agar segera terungkap, siapa sebenarnya oknum ASN/PNS perempuan dilingkup Pemkot Palu yang diduga adalah “selingkuhan” salah satu diantara 36 pejabat eselon II setingkat Kadis yang dilantik Gubernur, 31 Desember 2025 lalu? Setelah penayangan tujuh kali berita pejabat asusila, sejumlah pihak berharap, Gubernur H. Anwar Hafid menajamkan intuisinya guna mendeteksi siapa sebetulmya pejabat eselon II yang diduga asusila tersebut? Begitupun Walikota Palu H. Hadianto Rasyid, segera mencari tahu oknum ASN/PNS perempuan yang diduga jadi affair atau pasangan yang menjalin hubungan gelap (infidelity – red), si pejabat laki?
Sebagian kalangan menilai — kendati pejabat laki telah menjalani ret-reat — bisa saja belum sepenuhnya menjamin rohaninya sudah baik. Mengapa? Karena jasmaninya masih dipertanyakan kezahiranya. Sebetulnya harus! Mengingat si pejabat dan 36 yang baru dilantik, tidak lagi melalui tes urin
Sumber menyebut, mestinya gelar Pertemuan Subuh yang kerap dilakukannya di Masjid Kantor ESDM Provinsi, Gubernur sudah harus ada insting. Siapa sih sebetulnya, satu dari 36 pejabat eselon II yang terduga asusila ? “Ketajaman intuisi Gubernur Anwar dengan jargon Sembilan Berani, tapi juga harus dibarengi ‘berani melacak’ dan menindaki setelah berhasil mendeteksi siapa sesungguhnya si pejabat asusila itu? Bukankah perbuatan asusila yang dilakukan si pejabat, “diduga kuat” adalah perselingkuhan, atau berselingkuh. “Parahnya karena yang diselingkuhi si pejabat laki, diduga adalah istri orang. Demikian pula si perempuan ASN/PNS Kota Palu, diduga diselingkuhi suami orang,” tukas sumber.
Yang pasti tambah sumber, sejak — setidaknya 3 hingga 4 kali penayangan dari yang sudah 7 kali publis — pintu besi rumah kost tempat pertemuan keduanya, selalu nampak terbuka. Sepertinya sudah tidak pernah didatangi si perempuan ASN/PNS itu. Sumber memperkirakan, kost tidak lagi ditinggali karena sudah dilakukan pengangkutan barang oleh si perempuan memakai mobil bak terbuka warna hitam belum lama ini. Artinya, rumah kost sewa itu — terpantau — tidak lagi ada penyewanya.
Kemudian mobil si perempuan ASN/PNS, usai jam kantor — lebih sering — parkir di rumahnya, di seputar wilayah Palu Barat. Demikian juga di kantor. ASN/PNS perempuan sudah aktif masuk dijam kedua — antara pukul 13.30 WITA hingga 15.30 WITA. Beda jika sebelumnya mobil perempuan ASN/PNS dijam itu, pasti parkir didepan rumah kost tempat pertemuan.
Bahwa sebelum berita ketiga ditayang si pejabat laki sempat mem – Video Call — CBN. Namun, CBN tidak menggubrisnya. Setidaknya, CBN sudah melakukan dan tidak mengabaikan etika pers untuk konfirmasi ebagai upaya memberikan hak jawab lebih awal kepada si pejabat laki.
Sumber berharap, CBN juga bisa melakukan hal serupa seperti kepada si pejabat laki. Cari si ASN/PNS perempuan. Konfirmasi dan lontarlah pertanyaan ke si oknum ASN/PNS perempuan. Sehingga ada perimbangan dan bisa menjawab rasa penasaran selama ini. Apakah dugaan asusila dengan si pejabat laki akan dibantah oleh oknum ASN/PNS perempuan? Jika ia membantah sebut sumber, sah-sah saja, terkait pembelaan diri. Tentu ada alasan mendasar mengapa pertemuan dalam pantauan CBN dan Inakor sejak — kurang lebih lima bulan — terjadi setidaknya 15 kali kedua oknum bertemu. Dan, semua itu terekam dalam beberapa pengggalan video maupun foto bahwa si pejabat laki dan si perempuan ASN/PNS, intens bertemu. Jadualnya, diantara pukul 12.00 WITA hingga — rata-rata — pukul 17
30 WITA. Juga pada durasi jam tersebut, keduanya tidak lagi pulang ke masing-masing instansi sebagaimana seorang ASN/PNS yang terikat sumpah. Keduanya kerap tidak lagi berganti pakaian dinas. Telah menjadikan rumah kost sewa sebagai “Kantor Kedua” mereka. $i pejabat dan ASN/PNS perempuan — seperti tak memiliki beban — dari pandangan mata publik dan tetangga dikiri dan kanan. “Keduanya diduga asyik, terlena dan seperti lupa bahwa pengamatan, mata dan kamera jurnalis, telah merekamnya dalam sejumlah epos. Dan si pejabat laki bagai lupa — atau juga sampai tak acuh dan begitu entengnya — membawa mobil dinas ke tempat itu. “Begitulah yang terjadi,” tandas sumber.* tim – bersambung












