
Bela Banggai, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Dari awal menjabat Kades Bela, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Syarfan Ndeo, sudah mencanangkan program yang — mungkin — jarang terpikirkan kepala-kepala desa lain di luaran sana. Bayangkan, pemberian satu sapi untuk kurang lebih 800 kepala keluarga (KK) di Bela, ia plan setiap tahun. Agar semua masyarakatnya merasakatnya merasakan manfaatnya. Ini sempat viral kemana-mana, dan memancing komentar positip dari mana-mana.
Persoalannya, program ini sudah pernah dicoba di salah satu kabupaten di Sulteng bernama “One Man One Cow”, namun gagal. Sehingga inovasi Syarfan, beroleh apresiasi dan pujian. Ya, Syarfan sukses menerapkan program “Satu Sapi Satu KK”, dengan hasil baik.
Apa komentar Kades Bela Syarfan ketika disambangi CBN untuk mengulik program seksinya itu. Dan, apa saja plan lainnya guna memajukan desa dan menyejahterakan masyarakatnya.
“Saya mencoba mengembankan sapi di Bela dengan memberikan satu ekor sapi kepada satu kepala keluarga. Ini dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat di Bela,” kata Syarfan kepada CBN.
Memanfaatkan potensi kesuburan lahan di Bela, program-program umum Syarfan, ia gambarkan. Seperti, tetap menggalakkan penanaman kelapa sebagai salah satu komoditi andalan Bela. Juga, Bela berhasil mengembankan tanaman kakao dan komoditi perkebunan yang cocok dengan struktur tanah Bela.
Menurut Syarfan, di Bela sedikit saja pertanian karena lahan yang telah berubah fungsi. Demikian juga perikanan, dimana nelayan, merangkap sebagai petani pekebun.
Ketika jalan ke rumah warga, Syarfan terketuk melihat ibu-ibu dengan cucian menumpuk, sementara laukbmentahnya kadang basi karena ketiadaan lemari pendingin. Maka, ia programkan pengadaan mesin cuci dan kulkas buat warga yang tidak berkemampuan membelinya. “Saya prihatin melihat emak-emak masih mencuci manual dan tidak punya lemari pendingin di rumah mereka. Maka saya memprogramkannya. Tebtu lewat kesepakatan BPD dan hasil Musrenbangdes,” ungkap Syarfan.
Kembali ke program-program yang menyentuh kebutuhan warganya, tahun 2025 ini seperti pengadaan sapi sudah berakhir. Hasilnya, semua rumah tangga di Desa Bela telah memiliki sapi. “Itulah yang sangat beda dari desa lain. Program Kades Bela, memang benar-benar berpihak kepada rakyat. Andaikan undang-undang dan aturan membolehkan, kami ingin Syarfan bisa jadi Kades seumur hidup untuk Bela,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Memang rata-rata program desa, tidak se -“wah”, apa yang dicanangkan dan direalisasi Kades Syarfan. Makanya, ia begitu disayang warganya. Maka, apa-apa saja yang terjadi di masyarakatnya, Syafran lah yang menjadi tempat curhatnya. Kekompakan dengan dua pilar bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa — termasuk — jajaran BPD dan tokoh agama, masyarakat dan pemudanya menurut warga, alhamdullah mampu ia bina dengan baik.* jay







