Cakrabhayangkaranews.com, Siak/Riau – Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP SPKN) melaporkan dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme ((KKN) pada pelaksanaan  Pelelangan Pengadaan Bahan Kimia SPAM IKK Kabupaten Siak Tahun 2022 yang dilaksanakan Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 18 Kabupaten Siak Provinsi Riau ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Sekretaris DPP SPKN, Romi Frans menjelaskan, kami menerima laporan dari PT. PT.Cahaya Air Barat atas dugaan KKN dalam pelelangan
Pengadaan Bahan Kimia untuk SPAM IKK Siak yang dilaksanakan oleh Pokja Pemilihan 18 Kabupaten Siak tahun 2022 dan
sudah melaporkan dugaan KKN yang  dilakukan oleh POKJA Pemilihan 18 dalam kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dengan laporan Nomor : 02/SPKN-DPP/IV/2022, terangnya, Selasa (26/4/2022).

Diuraikannya, berdasarkan analisa kami, mulai proses awal pelelangan yang berlangsung secara online melalui  portal www. LPSEKABUPATENSIAK.com telah tercium adanya aroma KKK. Pasalnya, POKJA Pemilihan 18 menentukan berbagai persyaratan yang begitu rumit dan wajib harus dipenuhi oleh perusahaan peserta lelang, ujarnya.

Alhasil sesuai hasil evaluasi penawaran lelang, Pokja Pemilihan 18 menetapkan pemenang lelang, Yakni, PT. Usaha Sepakat Jaya dengan nilai penawaran Rp 10.016.838.922.00, jauh diatas selisih harga penawaran dari PT.Cahaya Air Barat dengan harga penawaran terendah senilai Rp 9.768.950.400.00.- Dengan selisih harga Rp Rp 247.888.522.00, beber Romi.

Menurut Romi, dari selisih harga saja yang mencapai ratusan juta rupiah, sudah tampak indikasi bahwa Pokja Pemilihan 18 telah mengangkangi peraturan yang sangat merugikan PT.Cahaya Air Barat baik material maupun moril.

Lagi kata Romi, mengacu kepada peraturan yang ada, DPP SPKN menilai persyaratan  yang ditentukan oleh pengguna jasa Dinas PUPR Perkim Kab. Siak, bersama Pokja Pemilihan 18, untuk material pengadaan bahan Alumuniun Sulfat, Soda Ash Light, Polmer, Kaporit, Poly Aluminium SLhoride (PAC) sangat diluar dugaan dan terkesan mempersulit perusahaan penyedia jasa, bahkan meminta pernyataan Halal dari pabrik yang memproduksi Soda Ash Light, ucap Romi.

Kami menilai proses pelelangan yang di laksanakan Pokja Pemilihan 18 Kabupaten Siak tersebut, telah bertentangan dengan Perpres No: 12 Tahun 2021 sebagai perubahan dari Perpres No. 19 tahun 2018,tentang Pengadaan barang dan jasa. Selanjutnya dengan menggurkan penawaran terendah sebagaimana  diatur dalam PERMEN PU Nomor: 14 tahun 2020, Poin ke 1 huruf A dan B, urainya.

Dikatakan Romi Frans, kebijakan yang dilakukan Pokja Pemilihan 18 dan pihak dinas PUPR Perkim Kabupaten Siak, khususnya dalam perbedaan nilai penawaran sekitar Rp 247.888.522.00, itu baru dari selisih nilai penawaran, ucapnya.

Atas dasar itulah, PT. CAHAYA AIR BARAT yang merasa dirugikan, menolak hasil pelelangan Pengadaan Bahan Kimia untuk SPAM IKK Siak
melalui DPP SPKN melaporkan Pokja Pemilihan 18 Kab. Siak beserta PT. Usaha Sepakat Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kami berharap pihak penegak hukum untuk memproses laporan kami, demi  membuat efek jera kepada siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum, pungkasnya. (red).