ESDM Sulteng – Tutup Sementara Operasi PT. Estetika Borone

Atas : Kadis ESDM Sulteng – Ajenkris, SE, MM

Bawah : Saat audiens dengan masyarakat

screenshot 20250814 144701 1


Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membekukan sementara operasi PT. Estetika Karya Utama (EKU), yang menambang batuan di Sungai Borone, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Unauna (Touna).

Keputusan ini diambil, setelah melihat — antara lain — dampak kerusakan lingkungan di wilayah lingkar tambang tiga desa, yang sudah lama disorot dan telah menyengsarakan masyarakat.

Dalam foto-foto dan slide plus video yang diperlihatkan ke CBN dan Tim Provinsi, kondisi dari arah hulu Borone yang alurnya sudah liar, melebar tak beraturan dengan kedalaman galian ditengah sungai bervariasi. Dari tiga hingga tujuh meter di banyak titik. “Ini video dan foto-fotonya pak. Lahan pertanian, perkebunan pisang, kelapa, jagung dan tanaman lainnya serta tanah peternakan kami, rusak semua akibat ulah PT. Estetika,” lapor Sekretaris BPD Borone Syarifudin Djuma Daud dan Ilham, Kadus III Borone.

Faktanya sekarang, kerusakan di Borone akan mengancam Bendungan Cek Dam Balanggala yang hanya tinggal sekitar 600 meter dari titik Cek Dam pertama di Dusun Payompo. Parahnya, masyarakat harus jauh memutar mencari jalan alternatif yang sudah putus. Ini dirasakan sekali saat ada yang sakit atau meninggal dunia. Mengapa? Karena perusahaan menambang secara serampangan. Akibatnya, masyarakat sudah tidak memiliki sumber air yang kini keting. Pun kehilangan sekaligus lahan dan tanaman bernilai ekonomi yang selama lima tahun berjalan, dijadikan masyatakat tempat menggantungkan hidup.

screenshot 20250814 144828 1
Perjuangan sukses

“Alhamdulillah, perjuangan rakyat empat desa dibawah bendera Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Sungai dan Lingkungan Desa Borone, Uetoli, Uemakuni dan Balanggala tercapai,” komentar A. Rauf Muin Paly yang akrab dengan sapaan akrab Ustadz Nanang dari Ampana kepada CBN, Kamis (14/7/2025) siang. Selama kurang lebih empat hari di Palu, Nanang yang juga Ketua Tim Eksklusif Pemenangan BERANI — Bersana Anwar Hafid dan Reni pada Pilkadagub Sulteng 2024 lalu, mengawal 31 perwakilan gabungan terdiri dari aparat desa, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan tokoh perempuan dari tiga desa yang menerima imbas dampak kerusakan lahan tanaman dan ternak, dan ingin mengadukan nasib mereka ke Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.

Sebelumnya, tepuk tangan panjang dan riuhnya suara perwakilan masyarakat ketika Kadis ESDM Sulteng Ajenkris, SE, MM menyatakan dengan suara keras dan lantang dalam forum rapat menutup sementara operasi Tambang Batuan — atau galian C Pasir, Batu dan Kerikil — PT. Estetika Karya Utama (EKU) yang beroperasi di Desa Borone, Rabu (13/8/2025). Dalam audiens dengan Forum Masyarakat Peduli Sungai dan Lingkungan, Ajenkris didampingi, Ketua Satgas Penyekesaian Konflik Agraria (PKA) Evasusanti H. Bande dan Sultan, Kabid Minerba ESDM Sulteng.

screenshot 20250814 145001 1
Saat baru tiba di Palu

Selanjutnya, dikeluarlah Surat No. 500.10.26.7/22 Minerba dari Dinas ESDM Sulteng yang ditandatangi langsung Kadis ESDM Ajenkris, ditujukan kepada Direktur PT. EKU merujuk pada keberatan warga oleh Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan dan Sungai Desa Borone, Uemakuni, Uetoli dan Balanggala. Tajuknya, memberhentikan sementara aktivitas penggalian, pemuatan dan proses perpanjangan adminustrasi PT. EKU.

Pengawasan sementara aktivitas PT. EKU ditunjuk tiga orang Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Sungai dan Lingkungan, yakni Ilham Kadus III Borone, Sekretaris BPD Borone Syarifudin Djuma Daud dan A. Rauf Muin Paly. Ini sambil menunggu turunnya tim provinsi ke Borone — terdiri dari Dinas ESDM, Lingkungan Hidup, Cikasda, Biro Hukum dan Inspektur Tambang, pada tanggal 27 Agustus depan dan pada 28 Agustus tim akan bertemu Bupati Touna dan jajaran terkait. “Pertemuan dijadualkan juga dengan masyarakat,” ungkap Evasusanti Bande – Ketua Satgas PKA kepada CBN.

Ya, inilah puncak perjuangan masyarakat satu dusun dan empat desa di Ampana Tete. Setelah gagal di kabupaten berdemo ke perusahaan, kantor bupati dan DPRD setempat, mereka tak patah arang mengadukan nasibnya ke Gubernur.

Endingnya, tuntutan masyarakat yang meminta penutupan operasi PT. Estetika Karya Utama (EKU), akhirnya terjawab dengan langkah pembekuan semetara operasional PT. Estetika Karya Utama dari Gubernur. Mantap!* adi – jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *