CBN, JOMBANG – Menjelang Idul Fitri, santri yang mondok di Jombang mulai mudik. Seperti terpantau di Pondok Pesantren Tebuireng, kemarin (10/4) ada 2.800 santri mudik bareng ke kampung halaman. Tercatat ada 47 armada bus yang sudah disiapkan.
Pantauan di lokasi, santri mulai memadati Kawasan Makam Gus Dur sejak pukul 06.30. Mereka mulai memasukkan tas hingga koper ke dalam bagasi bus.
”Hari ini ada 2.800 santri atau hampir separo dari jumlah total seluruh santri 5.300,’’ ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), usai melepas santri mudik, kemarin pagi.
Dijelaskan, mereka yang mudik adalah santri yang rumahnya jauh mulai luar Jawa Timur hingga paling jauh Sumatera dan Palembang. Sedangkan, bagi santri yang rumahnya berada di sekitar Jawa Timur, seperti Malang, Surabaya, Trenggalek bisa pulang dengan dijemput orang tua. ”Mereka yang tidak ikut mudik bareng adalah yang rumahnya dekat-dekat sini,” tambahnya.
Pihaknya.
“Jadi setiap kota nanti sudah kita tetapkan rute penjemputan dan nanti orang tua akan menjemput. Misalnya Jakarta, Jateng, ada pembina dan pendamping yang berkomunikasi dengan orang tua masing-masing,’’ jelas dia.
Karena rute tujuan masing-masing santri berbeda, pihaknya juga menyiapkan persediaan konsumsi hingga kebutuhan santri seperti obat-obatan selama di perjalanan. “Termasuk buka untuk para santri. Misalnya ada yang ingin membatalkan puasa,’’ jelasnya lagi.
Para santri sedianya akan kembali ke pondok pada 5 Mei mendatang. Selama liburan di kampung halaman, ia mengingatkan agar santri tetap menjaga ibadah, termasuk menjaga adab terhadap orang tua dan semua orang di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
”Pesan kami, mereka itu santri Tebuireng. Di rumah pun juga harus bersikap sebagai santri. Sehingga harus menunjukkan kepada orang tua bagaimana kita dalam membangun adab maupun akhlak yang baik,’’ tegas Gus Kikin.
Dihubungi terpisah, Dr HM Zulfikar As’ad (Gus Ufik) salah satu mejelis pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso mengatakan, para santri sudah diizinkan libur lebaran sejak (9/4) lalu.
”Ya benar, para santri sudah mudik duluan. Kita bagi menjadi dua gelombang yakni tingkat SLTP pada 9 April dan tingkat SMA pada 10 April,’’ ujarnya. ( Andi CBN )







