Kades Bhakti Agung Realisasi Bantuan Tahun 2024 – Masyarakat Berterima Kasih

Eko Prabowo

Bhakti Agung – Poso, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Sebagai bentuk syukur atas realisasi bantuan atas sejumlah kebutuhan masyarakatnya, Kades Bhakti Agung Eko Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat. Selain rasa syukur, masyarakat juga merasa lega. Kendati bantuan tersebut diberikan secara bertahap. Bahwa disini tergambarkan pemerintah hadir, saat rakyat dipenuhi kebutuhkannya. “Ya, terima kasih masyarakat Bhakti Agung, karena pemerintah lewat dana desa sudah mau memperhatikan kebutuhan sesuai yang diusul,” kata Eko Prabowo kepada CBN baru-baru ini.

Salah satu usulan tersebut kata Eko,
yakni 55 septic tank atau tangki septik yang semula diminta 100 pcs lebih. Namun yang bisa dipenuhi hanya 55 pcs. Septic tank yang sempat ditampung di ruang belakang Kantor Desa Bhakti Agung, untuk penuntasan kebutuhan sanitasi di masyarakat. “Masih diupayakan bambahannya 25 pcs lagi dan sudah diusulkan untuk tahun depan,” jelas Eko.

screenshot 20250919 150551 1
55 psc Septic Tank untuk program sanitasi

Baru-baru ini Pemerintah desa Bhakti Agung juga menyalurkan beras untuk 162 Jiwa penerima PKH untuk Program Keluarga Harapan (PKH) karung putih dari Dinas Sosial serta beras murah program ketahanan pangan pemerintah karung hijau paduan kuning muda.

Menurut Eko, untuk tahun 2024 yang masih menjadi “PR” dan dibutuhkan di Bhakti Agung yakni irigasi. Bahwa irigasi sekunder dan diatas Desa Bhakti Agung yang sebelumnya bisa mengairi 400 an Ha, sawah potensial, sudah jebol dari tahun 2023.

img 20250823 122207 900
Beras PKH

Eko menyebut, pentingnya memfungsikan kembali bendungan Bhakti Agung, sambungan sungai Tambaraba. Sebab, jika tidak jebol, ada lima desa yang sawahnya bergantung dari aliran sungai tersebut. Seperti — antara lain — Desa Kalora, Tambaraba, Bhakti Agung dan Desa Tobe. Jika bendungan berfungsi, maka eknomi masyarakat yang berlatar belakang petani seperti yang ada Desa Bhakti Agung, bisa dinamis kembali. Sayang, tutur Eko, saatnya masa jaya hasil sawah petani Bhakti Agung, belum bisa lagi terulang, karena terkendala jebolnya bendungan tahun 2022.

Eko menambahkan, pernah dilakukan pembenahan terhadap bendungan. Namun saat Sungai Tambarana banjir dari hulu, langsung menerjang bendungan.* bagian pertama – jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *