Atas – Eko Prabowo
Bakti Agung Poso Pesisir Utara, Sulteng Cakrabhayangkaranews.com (CBN) -nBeberapa tahun lalu, Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), adalah penghasil beras yang cukup dikenal. Ketika itu namanya masih Desa Tambarana Trans. Seiring perkembangan dan pemekaran wilayah, beruba namalah kemudian Tambarana Trans menjadi Desa Bakti Agung. Tanah yang kaya sumber daya alam (natural resources – red) menjanjikan, jika dikelola maksimal dan optimal seperti emas dan juga sumber perikanan.
Menariknya, Desa Bakti Agung telah ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Poso. Masyarakatnya plural dan mencerminkan harmoni dalam keberagaman.
Menurut Kades Bakti Agung Eko Prabowo, kejayaan Bakti Agung bisa kembali. Tapi sarana dan prasarananya harus dibenahi dulu. Masalahnya cukup serius karena menyangkut kehidupan banyak orang.Yakni, tentang bendungan di atas desa yang sudah jebol tahun 2022. “Bendungan itulah yang harus difungsikan kembali,” kata Eko kepada CBN baru-baru ini.
Mengapa penting ada bendungan di atas wilayah lima desa? Supaya didapatkan kembali kondisi sebelumnya, dimana kurang lebih 400 hektar sawah, menunggu difungsioptimalkan kembali.
Tapi tukas Eko, itu merupkan Pekerjaan Rumah (PR) yang tidak ringan. Sebab, areal persawahan sebagian sudah dialihfungsikan menjadi pemukiman.
Eko menyebut, pentingnya memfungsikan kembali bendungan yang terkoneksi dengan Sungai Tambaraba tersebut. Jika tidak jebol — sekali lagi — ada lima desa yang sawahnya bergantung dari aliran sungai Tambarana. Desa-desa itu seperti — antara lain — Bakti Agung, Tumora, Membuke, Tobe, dan Desa Maranda.
Eko menambahkan, pernah dilakukan pembenahan terhadap bendungan. Namun saat Sungai Tambarana banjir dari hulu, langsung menerjang. Bendungan langsung amblas lagi.
Dalam catatan yang ada, akhir tahun 2025 lalu Kades Bhakti Agung merealisasi bantuan tahun 2024 dan masyarakat berterima kasih. Sebab bantuan yang dinantikan, akhirnya terealisasi juga.
Sebagai bentuk syukur atas realisasi bantuan atas sejumlah kebutuhan masyarakatnya, Eko Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat. Selain rasa syukur, masyarakat juga merasa lega. Kendati bantuan tersebut diberikan secara bertahap. Bahwa disini tergambarkan pemerintah hadir, saat rakyat dipenuhi kebutuhkannya. “Ya, terima kasih masyarakat Bakti Agung, karena pemerintah lewat dana desa sudah mau memperhatikan kebutuhan sesuai yang diusul,” ungkap Eko Prabowo.
Salah satu usulan tersebut tunjuk Eko,
yakni 55 septic tank atau tangki septik yang semula diminta 100 pcs lebih. Namun yang bisa dipenuhi hanya 55 pcs. Septic tank yang sempat ditampung di ruang belakang Kantor Desa Bakti Agung, untuk penuntasan kebutuhan sanitasi di masyarakat. “Diupayakan tambahannya 25 pcs lagi dan sudah diusulkan untuk tahun depan,” jelas Eko.
Dikesempatan yang sama, Pemerintah Desa Bakti Agung juga menyalurkan beras untuk 162 Jiwa penerima PKH untuk Program Keluarga Harapan (PKH) karung putih dari Dinas Sosial serta beras murah program ketahanan pangan pemerintah (Ketapang – red), karung hijau paduan kuning muda.* jay – bagian kedua







