Foto atas : Saat penyerahan dokumen validasi pemilik tanam tumbuh ke pihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Morowali
Bawah : Irman – Ketua Koordinator dan pendampingan hukum masyarakat Desa Tandaoleo dan Lafeu
Bungku, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Validasi data 143 pemilik tanam tumbuh dua desa yakni Tandaoleo dan Lafeu, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah dilakukan, sejak kurang lebih tiga pekan lalu. Dari Tandaoleo, penerima tali asih PT. Hengjaya Mineralindo ada 70 orang sedangkan untuk Desa Lafeu 73 penerima.
Sebelumnya data penerima dari Lafeu sudah masuk, disusul kemudian — baru-baru ini — data dari Desa Tandaoleo yang memang agak terlambat lantaran ada kesalahan teknis. Jika data dua desa lengkap, maka pihak Dinas Pertanian Tabanan Pangan yang ditunjuk untuk mengakomodasi pembayaran tali asih setelah difasilitasi Pemda, adalah proses menuju pembayaran.
Artinya, saat ini masyarakat penerima tinggal menunggu pembayaran, setelah data perbaikan besaran yang harus dibayarkan dari Desa Lafeu, sudah dibenahi. Sedangkan untuk data kepemilikan dan besaran tali asih 70 pemegang hak di Desa Tandaoleo, dinyatakan sudah viks.
Begitu gambaran yang disampaikan Ketua Umum Koordinator Aksi dan Pendampingan Hukum Masyarakat Desa Tandaoleo dan Lafeu, Irman, kepada CBN, Minggu (4/2/2024). Penyempurnaan data dari Desa Lafeu sebut Irman, masih ditunggu dari koordinator validasi data di desa. “Ya, seperti progres saat ini. Sementara data untuk penerima dan besaran Desa Tandaoleo sudah lemgkap,” ungkap Irman.
Menurut Irman, dia menerima informasi tentang belum lengkapnya data besaran tali asih penerima dari Desa Lafeu seperti yang telah dibuat koordinator Desa Tandaoleo dan masih harus disempurnakan. “Tolong buat contoh seperti Desa Tandaoleo. Data Desa Lafeu belum ada besaran nominal yang harus diterima setiap org.Tks,” begitu informasi yang masuk ke WatssApp Irman dari pihak dinas terkait yang ia teruskan ke CBN.
Sumber CBN di Bungku kepada CBN, Minggu (4/2/2023) berharap, proses pembayaran talinasih kepada 143 masyarakat Tandaoleo dan Lafeu, progresnya terus berkelanjutan. Hingga pada proses pembayaran nanti. “Itu harapan masyarakat,” harap sumber.* jay – bersambung ini







