CBN, JOMBANG – Narapidana yang menghuni Lapas II B Jombang tak sekadar menjalani hukuman di penjara. Namun juga dibekali berbagai ketrampilan yang bisa dijadikan bekal kembali ke masyarakat. Salah satunya teknik pengelasan dan pelatihan membuat kue.
Kalapas II B Jombang Margono mengatakan, kerjasama dengan sejumlah pihak termasuk BLK Jombang telah dilakukan untuk memberikan ketrampilan dasar kepada warga binaan. ”Ya, kami menyebutnya pembinaan kemandirian dalam bentuk pelatihan,’’ ujarnya melalui Sutopo Kasi Bimbingan Nara Pidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja.
Ada banyak bentuk dari pembinaan kemandirian yang dilakukan. Salah satunya pelatihan pengelasan, teknik bangunan, teknik meubeler, teknik tukang bangunan, pembuatan kue, potong rambut hingga berbagai macam kegiatan UMKM seperti kerajinan dari bahan sederhana di sekitar rumah.
”Harapannya, minimal mereka bisa mandiri dan memulai hidup baru setelah keluar dari lapas. Syukur-syukur jika nanti bisa membuka usaha mandiri dan merekrut tenaga kerja baru,’’ jelas dia.
Dijelaskan, seluruh bahan dan peralatan latih seluruhnya disiapkan lapas. Mereka juga bakal mendapat premi dari hasil jualan barang yang sudah dibuat. ”Misalnya ada yang membuat sari kedelai, nanti bisa dijual ke internal melalui koperasi. Hasil penjualan kita ganti dengan premi setelah dikurangi bahan baku,’’ jelasnya lagi.
Dengan kegiatan itu setiap napi bakal lebih fokus dalam menjalani kegiatan sehari-hari di lapas. ”Mereka juga bisa saling bekerjasama dan bergotong royong. Ini upaya kita untuk menekan adanya potensi konflik di antara warga binaan,’’ tegas dia.
Hingga (11/4) kemarin, tercatat ada 810 warga binaan yang berada di Lapasa Klas IIB Jombang. Meliputi 15 wanita dan 795 laki-laki. Seluruhnya menghuni Lapas Jombang.
”Upaya lain yang kita lakukan saling bergandengan tangan dan menjalin keakraban antara petugas dengan warga binaan,’’ pungkas Margono.( Andi CBN )











