Senyum Salam Sapa – SPBU Tinombo Beri Layanan Terbaik

Tinombo. Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) –Etika melayani dengan sepenuh hati, menjadi kunci yang ditekankan pada pelayanan SPBU Tinombo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Kepada konsumen mana saja, tegur dan sapa dikedepankan sebagai cerminan budaya ketimuran yang santun. Sehingga kesan baik dan adem, akan dibawa siapa saja yang pernah menyinggahi SPBU Tinombo.

Dalam catatan CBN, yang menjadi langganan SPBU milik almarhum H Rahim Lira dan kini ditanggung jawabi langsung anak-anaknya, berbagi fifty-fifty.

Seperti kata Manajer Area atau penanggung jawab SPBU Tinombo Andrianto, kebanyakan konsumen disana, adalah nelayan. Sementara kalau dari wilayah Desa Sidoan, ada pemakai dari kalangan petani.

Untuk rata-rata konsumen di Tinombo adalah pemegang rekomendasi nelayan dari Dinas terkait. “Di SPBU kami, sekitar 50 persen adalah konsumen nelayan. Sisanya konsumen umum dan lain-lain,” cerita Adrianto yang akrab disapa Anto kepada CBN baru-baru ini.

Anto menjelaskan, kebanyakan BBM jenis pertalite yang dipasok, sebanyak 24 ton. Biasanya terjual 28 ton. “BBM jenis pertalite ini setiap hari masuk, tidak pernah habis sekaligus. Biasanya sempat tersimpan sedikit hari Minggu sat tidak ada penyaluran dan hari Senin habis, tetapi tidak lama langsung masuk lagi pasokan,” papar Anto.

Menurut Anto, untuk antisipasi jangan sampai stok habis, maka di Hari Sabtu diusahakan pesokan harus banyak. Untuk Petamax yang agak lambat terjual. Kadang yang dipasok delapan ton, baru habis dua bulan lamanya. Asumsi dan animo orang, terhadap BBM murah masih besar. Sehingga sebut Anto, jenis pertalite paling laris. Demikian halnya Dexlite, kadang sehari bisa terjual 200 liter dari delapan ton yang dipasok. Biasanya jenis Dexlite kadang habis nanti dua pekan hingga 20 hari. Untuk solar dan pertalite, sama larisnya tidak akan lama tersimpan ditangki bawah tanah.

Lantas berapa karyawan yang berada dibawah koordinasi Anto pada SPBU  No 74.943.92 itu?

Untuk staf administrasi ada tiga karyawan, kemudian petugas pompa berjumlah 13 orang yang dibagi tiga shift. Dengan catatan, mereka mengatur sendiri waktu kerja masing-masing delapan jam. “Kepada karyawan, saya selalu menekankan untuk menjaga 3S. Yakni Senyum Salam Sapa dan jangan menerima jerigen yang tidak berekomendasi, karena risikonya beratm Sebab, muaranya akan berdampak ke penanggung jawab;” kata Anto mengingatkan.* jay

img 20250803 wa0029
Share :

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *