Morowali, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dijuluki daerah kaya dengan keunggulan-keunggulannya adalah Kabupaten Morowali. Bupatinya H. Taslim mengamini ketika “Morowali daerah kaya'” disebut.
Ungkapan itu terlontar dari Bupati Morowali H.
Taslim dalam bincang santai usai shalat Jumat baru-baru ini, saat — kebetulan — Taslim menerima tamunya di lobby tamu lantai dua, Kantor Bupati Morowali, termasuk juga CBN.
Dari semula hanya bincang santai, biasa dan berkelakar, kemudian menyembul ungkapan-ungkapan realistis sang bupati, tentang langkah strategisnya yang berbalut inovasi dalan skema kreatif.
Wawancara ini oleh redaksi memandang penting untuk membaginya dalam beberapa segmen dan ditayang mulai hari ini, Sabtu (10/6). Satu hal menarik tergambar dalam ungkaoan-ungkapan Taslim bahwa ia ternyata seorang yang bertangan dingin. Ia begitu mengjnginkan jajaran yang memutar roda pembangunan Morowali, adalah sosok-sosok kreatif.

Lanjut menurut Taslim, “julukan kaya” terhadap daerahnya, ingin ia sinergikan. Bahwa dengan label “Morowali kaya”, harus sesuai dengan kehidupan masyarakatnya. Makanya ia berharap, bagaimana kondisi tersebut dikelola dengan baik.Segenap potensi sumber daya alam (natural resources) Morowali tersebut, harus bisa memberikan dampak buat kesejahteraan masyarakat.
Langkah peduli pemerintahannya — seperti sudah dijelaskan Taslim — fokus pula membenahi sisi pelayanan dan pengoptimalan semua sumber daya alam yang ada, seiring pembenahan birokrasi. Sehingga, benar-benar kekayaan Morowali tidak menjadi sekadar simbol atau slogan, tetapi nyata diperuntukkan buat menyejahterakan masyarakatnya.
Menurut Taslim, sebagus apapun sumber daya alam Morowali jika tidak dikelola dengan sumber daya manusia (human resources) dan birokrasi baik di pemerintahan — oleh orang-orang baik pula — maka tidak akan memberikan dampak dan hasil yang maksimal buat masyarakat.

Bila sudah satu triliun, maka tentu apa yang diimpikan oleh rakyat Morowali, bakalan mudah digapai. Karena, program-program itu pasti akan sangat ditentukan seberapa besar dana yang dimilki daerah sebagai modal membangun. “Artinya, jika kita punya uang, pasti program apa saja bisa terlaksana baik. Semakin besar dana kita, maka kian akan cepat pula mewujudkan impian-impian masyarakat,” tukas Taslim.
Untuk itu tambahnya, ia rutin melakukan rapat evaluasi pada setiap bulan, untuk mengetahui semua capaian-capiaian. Termasuk, pendapatan daerah. Bahwa dari evaluasi itu, sekaligus juga mengevaluasi SKPD yang bertanggung jawab terhadap pendapatan daerah.

Disini, jajaran yang bertanggung jawab dibidangnya, dituntut harus mampu berinovasi. Sehingga, jika ada masalah-masalah, dapat segera diatasi dan diselesaikan dengan baik. “Disini juga tak kalab penting, bagaimana menjaga integritas,” Taslim mewanti-wanti jajarannya.
Kembali ke laptop. Sesunguhnya, masih banyak yang terlontar dari lompatan pemikiran Bupati H. Taslim, yang akan dirilis pada paparan bagian kedua.* jay – bagian pertama










