Palu, Sulteng – Cakrabhayangkaranews.com (CBN) – Untuk memaksimalkan kerja dan kinerjanya, BPJS mengedepankan motto “Pelayanan Prima”, salah satunya dengan “Blue Print”. Memastikan alur pelayanan prima, optimal dan maksimal. “Senyum Salam Sapa (3S), itu sudah pasti, dengan maklumat layanan. “Bahwa kami melayani sesuai Service Level Agreement (SLA) yakni, pengaturan waktu pelayanan dengan simpel dan memastikan seluruh masyarakat terlayani dengan mengedepankan mutu yang baik, pasti, cepat dan maksimal,” kata Kepala BPJS Cabang Palu kepada CBN baru-baru ini.
Seperti sudah ditayang sebelumnya bahwa pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk tahun 2023, mengacu kepada standar pelayanan baku dan belum ada regulasi baru. Sama seperti tahun sebelumnya, masih sama ketentuannya.
Bicara data kepersertaan yang ada saat ini untuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), ada banyak jenis. Yang pertama PBI/APBN. Didanai pemerintah pusat. Ada pula penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah — baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemkab ataupun Pemkot).
Juga ada peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) mereka dari ASN, perusahaan swasta, TNI-Polri dan lainnya. Terus ada peserta mandiri yang mendaftarkan diri sendiri dalam kepesertaan. Pun ada dari segmen pensiunan.
Jika bicara data maka Sulteng hari ini gambar Wahidah, kurang lebih 98 persen yang terdaftar sebagai peserta JKN dari total jumlah penduduk, yakni sebanyak 3.074.958 orang. Sementara yang aktif, sekitar 82,5 persen.
Melihat trend kesadaran masyarakat, telah mulai naik untuk memiliki jaminan kesehatan. Sehingga pihaknya kata Wahidah berharap, seluruh masyarakat — khususnya Kota Palu — terlindungi dengan proteksi JKN, bila suatu ketika — tanpa diminta — tiba-tiba sakit dadakan dan harus masuk ke rumah sakit. “Maka kami minta kesadaran masyarakat kedepan makin naik untuk memiliki jaminan kesehatan nasional,” pinta Wahidah.
Pihaknya tambah Wahidah mengharapkan, masyarakat harus dimodali jaminan kesehatan. Maka bagi yang belum, agar dapat segera mendaftarkan dirinya kedalam program JKN. “Kami sangat berharap — misalnya — jika ada perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya, agar segera melakukan pendaftaran. Begitu pula bagi peserta mandiri silahkan mendaftar,” ajak Wahidah.* jay










