Jombang, CBN – Pemkab Jombang, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, terus berupaya untuk menurunkan angka stunting.
Alhasil, karena hal itulah, digelar sebuah acara dengan tema “Rembuk Stunting Kabupaten Jombang 2023,” yang dilaksanakan di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Selasa (29/08/2023). Dalam kesempatannya, Kepala DPPKB-PPPA Jombang, yakni Dr. Pudji, memberikan keterangan lebih lanjut dalam kalimantnya.
’’Dalam mengatasi stunting, kami tidak bisa bekerja sendiri. Maka dari itu, kami akan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di sini, untuk bersama-sama mencegah dan menurunkan angka stunting,’’ ucapnya.

Rembuk stunting dilakukan sebagai bentuk rencana program kegiatan, serta kebutuhan pendanaan, dalam rangka mempercepat penurunan stunting yang terintegrasi, sebelum tahun 2024.
Rembuk stunting juga dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Jombang dan organisasi perangkat daerah (OPD), dalam melakukan program penurunan stunting, yang nantinya akan dimuat dalam rancangan akhir RKPD 2023.
’’Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Desa (Pemdes), dengan menentukan lokasi prioritas, yang nantinya akan kami tingkatkan lagi alokasi kebutuhan pendanaan program kegiatan, dalam rancanangan APBD 2024,’’ jelasnya.

Rembuk stunting dihadiri Bupati Jombang yang diwakili Purwanto, selaku asisten 1 di bidang Pemerintah, dan Kesra Setdakab Jombang; serta Komandan Kodim 0814 Jombang, yakni Letkol Kav Devid Eko Junanto, yang merupakan perwakilan dari Polres Jombang, camat, ketua TP PKK Jombang, kepala puskesmas, IDI, IBI, Persagi, PPNI, pengusaha, perguruan tinggi, dan media.
Menurut informasi, hasil rembuk stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting melalui integrasi program antar OPD.
Lebih lanjut, Mewakili Bupati Hj Mundjidah Wahab, Purwanto menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh undangan yang hadir, karena telah berupaya menurunkan angka stunting, dan mencegah terjadinya stunting, melalui program yang dilakukan pada masing-masing bidang.

’’Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh yang hadir, karena sudah berupaya sedemikian rupa, untuk menurunkan dan melakukan pencegahan stunting,’’ kata Purwanto.
Menurutnya, forum rembuk stunting adalah forum yang membanggakan. Diharapkan, forum bisa membawa manfaat yang baik, dapat meningkatkan komunikasi, serta dapat memberikan putusan hasil musyawarah, yang nantinya digunakan untuk mengatasi stunting.
’’Kita perlu berkolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, serta profesi, untuk meningkatkan penurunan dan pencegahan terhadap stunting,’’ tegasnya.
Andi – CBN
Editor: R.A – CBN











